Desain Modular Muncul sebagai Alternatif untuk Tekan Limbah Furnitur Rumah Tangga

Desain Modular Muncul sebagai Alternatif untuk Tekan Limbah Furnitur Rumah Tangga

JAKARTA — Perubahan gaya hidup masyarakat urban di Indonesia mendorong kebutuhan baru dalam penataan ruang dan konsumsi furnitur rumah tangga. Mobilitas penghuni yang semakin dinamis, disertai kebiasaan merombak tata letak hunian, membuat perabot berdesain konvensional dinilai kian kurang relevan dari sisi fungsi.

Kondisi tersebut memicu munculnya tren furnitur adaptif, yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan tata ruang yang terus berubah sekaligus menekan potensi limbah perabotan. Salah satu pendekatan yang kini berkembang di industri interior domestik adalah konsep desain modular.

Melalui sistem modular, konsumen dapat mengubah, memisah, atau menyusun ulang bentuk furnitur secara mandiri, menyesuaikan kapasitas maupun dimensi ruangan yang tersedia. Fleksibilitas ini dipandang sebagai solusi bagi generasi urban yang kerap berpindah tempat tinggal atau memperluas hunian tanpa perlu membuang perabot lama.

Seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap desain interior yang fleksibel, salah satu pelaku industri furnitur asal Jakarta, Xionco, mengadopsi konsep tersebut melalui produksi lini Cubix Series. Produk sofa modular ini dikembangkan agar konfigurasinya dapat terus disesuaikan dengan dinamika tata ruang pemiliknya dari waktu ke waktu.