Deretan Hoaks Terkait HP yang Viral: Klaim Pemerintah Memantau hingga Isu Pajak 2027

Deretan Hoaks Terkait HP yang Viral: Klaim Pemerintah Memantau hingga Isu Pajak 2027

Sejumlah hoaks yang dikaitkan dengan telepon genggam (HP) kembali beredar dan viral di masyarakat. Informasi keliru ini menyebar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan, memicu kekhawatiran dan kebingungan di kalangan pengguna.

Berikut beberapa hoaks seputar HP yang ramai dibicarakan:

1. Pesan berantai soal pemerintah memantau seluruh aktivitas di HP

Sebuah pesan berantai di WhatsApp kembali beredar dan ramai dibagikan. Pesan tersebut mengklaim bahwa seluruh aktivitas di HP “terpantau 100%” dan menyebut adanya “peraturan komunikasi baru” setelah dilantiknya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam narasinya, pesan itu mengeklaim berbagai aktivitas pengguna—mulai dari panggilan telepon hingga penggunaan WhatsApp, Twitter, dan Facebook—dicatat dan dipantau. Pesan tersebut juga berisi imbauan agar penerima berhati-hati mengirim pesan, tidak meneruskan tulisan atau video tertentu, serta memperingatkan admin grup karena disebut bisa “dalam masalah besar”.

2. Klaim Bahlil memperingatkan pengguna HP akan dikenakan pajak mulai 2027

Hoaks lain yang beredar adalah klaim yang menyebut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperingatkan bahwa pengguna HP akan dikenakan pajak mulai tahun 2027.

Klaim ini ditemukan beredar di media sosial, salah satunya di Facebook. Sebuah akun mengunggah postingan pada 18 Juli 2026 dengan menyertakan foto Bahlil dan narasi: “Bahlil memperingatkan Mulai 2027 pengguna hp akan dikenakan pajak.” Unggahan itu juga disertai pertanyaan kepada warganet terkait persetujuan atas pernyataan tersebut.

Dua contoh di atas menunjukkan bagaimana informasi tidak benar dapat dikemas dalam bentuk pesan berantai maupun unggahan media sosial, lalu menyebar luas. Masyarakat diimbau lebih waspada dan memastikan kebenaran informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali.