Deretan Hoaks Lowongan Kerja Mengatasnamakan Pertamina Grup, Ini Modus yang Beredar

Deretan Hoaks Lowongan Kerja Mengatasnamakan Pertamina Grup, Ini Modus yang Beredar

Sejumlah hoaks lowongan kerja yang mengatasnamakan Pertamina Grup kembali beredar di berbagai platform digital. Informasi palsu ini memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk berkarier di perusahaan energi nasional, sekaligus menjadi modus penipuan yang dapat merugikan pencari kerja yang kurang waspada.

Cek Fakta Liputan6.com mencatat beberapa klaim terkait rekrutmen Pertamina dan anak usahanya yang beredar melalui media sosial, termasuk yang mengarahkan korban ke tautan atau kontak tertentu untuk pendaftaran.

Klaim pendaftaran Pertamina International Shipping lewat WhatsApp

Salah satu unggahan di Facebook pada 30 April 2026 memuat klaim lowongan kerja PT Pertamina International Shipping (PIS) dan mengajak pelamar mendaftar melalui WhatsApp. Dalam unggahan tersebut dicantumkan berbagai posisi, mulai dari Deck & Engine Department hingga posisi profesional seperti Project Manager, Finance, dan Cyber Security, serta menyebut persyaratan minimal D3/ANT 1 dan pengalaman di bidangnya.

Unggahan itu menampilkan tombol atau menu WhatsApp yang apabila diklik mengarah ke akun WhatsApp.

Klaim tautan pendaftaran lowongan kerja BUMN di Pertamina

Hoaks lain ditemukan dalam unggahan Facebook pada 5 April 2026 yang menyebut “Dibuka lowongan kerja BUMN PT Pertamina (persero)” dan mengarahkan pengguna untuk mengeklik tautan di bio.

Tautan yang dicantumkan mengarah ke sebuah halaman situs yang meminta data pribadi, seperti nama sesuai KTP, alamat lengkap, jenis kelamin, dan nomor telepon.

Klaim tautan pendaftaran rekrutmen Pertamina Patra Niaga

Selain itu, terdapat unggahan Facebook pada 11 Agustus 2025 yang mengklaim “Open Rekrutmen PT Pertamina Patra Niaga 2025” untuk lulusan SMA/SMK, D3, S1, hingga S2 di seluruh Indonesia. Unggahan tersebut menyatakan lowongan tidak memungut biaya dan mengajak penerima segera mendaftar melalui tautan yang disediakan.

Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke halaman situs berisi formulir digital yang meminta identitas, termasuk nama pengguna dan nomor telepon.

Rangkaian klaim tersebut menunjukkan pola serupa, yakni mengarahkan calon pelamar ke jalur pendaftaran tidak resmi, baik melalui kontak WhatsApp maupun tautan tertentu yang meminta data pribadi. Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap informasi rekrutmen yang beredar di media sosial.