Beredar di media sosial sebuah video yang mengeklaim mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menginformasikan adanya bantuan dana hibah dari Yayasan Al Bayti. Dalam unggahan tersebut, masyarakat yang ingin mendapatkan bantuan juga diarahkan untuk mendaftar melalui Facebook Messenger.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan video itu merupakan konten manipulatif yang dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Penelusuran melalui Google Search tidak menemukan informasi valid yang menunjukkan Yaqut pernah mengumumkan program dana hibah dari Yayasan Al Bayti.
Tim Cek Fakta Kompas.com justru menemukan sejumlah artikel pemeriksa fakta yang menyatakan klaim bantuan dana hibah Al Bayti adalah hoaks. Informasi bantuan palsu tersebut disebut sudah beredar sejak 2022.
Untuk memeriksa keaslian video, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan analisis menggunakan perangkat Hive Moderation dan Truth Scan. Hasilnya, suara yang terdengar sebagai suara Yaqut terdeteksi sebagai AI generatif. Hive Moderation menunjukkan probabilitas 99,2 persen suara dalam video dihasilkan AI, sementara Truth Scan menunjukkan probabilitas 99 persen.
Selain itu, penelusuran dengan teknik reverse image search menemukan bahwa video yang beredar memanipulasi foto Yaqut yang berasal dari laman Kompas.com.
Konten tersebut juga terindikasi sebagai modus penipuan. Masyarakat diimbau waspada dan tidak menuruti permintaan apa pun yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Kesimpulannya, video yang mengeklaim Yaqut Cholil Qoumas menginformasikan bantuan dana hibah dari Yayasan Al Bayti merupakan hasil manipulasi berbasis AI, dan klaim program bantuan itu mengarah pada informasi palsu yang berpotensi digunakan untuk penipuan.