Cek Fakta Video Viral “UFO” di Laut Natuna: Terindikasi Konten Buatan AI, Klaim CN-235 Tak Didukung Bukti

Cek Fakta Video Viral “UFO” di Laut Natuna: Terindikasi Konten Buatan AI, Klaim CN-235 Tak Didukung Bukti

Sebuah video yang viral di TikTok mengeklaim memperlihatkan penampakan UFO alien di perairan Natuna, Indonesia. Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 14 juta kali dan memicu perdebatan warganet, termasuk dugaan bahwa video itu dibuat dengan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Video menampilkan objek berduri menyerupai bintang yang bermanuver di atas laut. Tayangan itu juga dilengkapi tampilan visual seperti Head-Up Display (HUD) yang lazim terlihat pada rekaman pesawat militer. Dalam keterangan unggahan, video tersebut diklaim sebagai “rekaman teknis dari sensor pesawat CN-235” dan dikaitkan dengan pesawat militer milik TNI AL.

Namun, hasil penelusuran dan verifikasi yang dilakukan tim Cek Fakta DW menyimpulkan klaim tersebut palsu dan video terindikasi dibuat oleh AI.

Dalam tahap awal, video diperiksa menggunakan Hive Moderation, alat pendeteksi konten AI. Hasilnya menunjukkan probabilitas rendah bahwa video dibuat menggunakan AI, dengan keterangan “not likely to contain AI-generated content”. Meski demikian, pemeriksaan tidak berhenti pada hasil tersebut.

Secara visual, tim menemukan sejumlah kejanggalan pada detail dan pergerakan objek dalam video. Bentuk dan teksturnya dinilai menyerupai karakter visual yang kerap muncul pada video yang dihasilkan AI.

DW kemudian menelusuri video serupa di TikTok dengan kata kunci “UFO” dan “Natuna”. Dari penelusuran itu ditemukan beberapa unggahan yang menggunakan video yang sama, dan sebagian telah diberi label “Contains AI-generated media” oleh TikTok.

Ketika video pembanding tersebut diperiksa kembali menggunakan Hive Moderation, hasilnya menunjukkan probabilitas hingga 97,3 persen bahwa konten dibuat menggunakan AI. Temuan ini, menurut DW, menunjukkan alat pendeteksi AI tidak selalu konsisten, sehingga verifikasi lanjutan dan pemeriksaan konteks tetap diperlukan dalam proses cek fakta.

Selain soal keaslian video, DW juga menelusuri klaim bahwa rekaman tersebut berasal dari sensor pesawat CN-235 milik TNI AL yang disebut sedang berpatroli di Natuna pada 8 April 2026. Dalam penelusuran, tidak ditemukan laporan resmi, dokumentasi militer, ataupun pemberitaan kredibel yang mendukung narasi tersebut.

Pencarian dengan kata kunci terkait “CN-235”, “Natuna”, dan “UFO” juga tidak menghasilkan pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun institusi militer. DW turut meminta keterangan dari sumber mereka di TNI AL. Sumber tersebut menyebut pesawat dengan nomor registrasi yang dicantumkan dalam video sedang menjalani pemeliharaan di Surabaya pada tanggal yang disebutkan.

Sumber yang sama juga menyampaikan bahwa rekaman patroli militer tidak dapat dibagikan sembarangan kepada pihak luar. Mereka menduga video tersebut dibuat menggunakan data hoaks atau teknologi AI agar menjadi viral.

Ketua Umum Pusat Studi Air Power Indonesia, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim, menyatakan bahwa apabila kejadian semacam itu benar terjadi, semestinya ada penjelasan resmi kepada publik. “Kalau memang itu benar, pasti Pusat Penerangan TNI memberi penjelasan. Dia bertugas juga menjelaskan kepada masyarakat supaya tidak terjadi kesalahpahaman, tidak terjadi keributan, tidak terjadi kegaduhan,” kata Chappy kepada DW.

Video viral ini beredar di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap fenomena UAP (Unidentified Anomalous Phenomena), istilah yang kini lebih sering digunakan dibanding UFO (Unidentified Flying Object). Perhatian terhadap isu tersebut ikut menguat setelah Departemen Pertahanan Amerika Serikat sejauh ini merilis 222 laporan dan rekaman terkait UAP. Meski demikian, sebagian besar kasus belum memiliki kesimpulan definitif dan tidak otomatis berkaitan dengan keberadaan makhluk ekstraterestrial.

NASA mendefinisikan UAP sebagai fenomena di udara yang belum dapat diidentifikasi sebagai pesawat atau fenomena alam yang diketahui secara ilmiah. Dalam laporan studi independen UAP NASA pada 2023, disebutkan bahwa hingga kini, literatur ilmiah yang telah melalui proses penelaahan sejawat belum memberikan bukti konklusif bahwa UAP berasal dari makhluk luar angkasa.

Kepala Pusat Riset Antariksa Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa (ORPA) BRIN, Emanuel Sungging Mumpuni, mengatakan isu mengenai objek misterius sebenarnya sudah lama muncul. Menurutnya, viralnya video di dunia maya dan adanya informasi yang dibuka ke publik oleh negara lain turut mendorong perhatian masyarakat. “Kebetulan, mungkin karena pertama, (video diduga UAP) viral di dunia maya, dan kedua, kemarin ada negara (AS) yang melakukan pemberian informasi kepada publik, juga mungkin itu menambah keviralan informasi ya. Jadi itu sebetulnya bukan sesuatu yang baru,” ujarnya kepada DW.

Emanuel menambahkan, isu serupa sudah muncul sejak era 1960-an. Namun, keterbatasan pengetahuan manusia pada masa itu membuat banyak hal belum bisa dijelaskan.