Sebuah unggahan Instagram pada 21 Maret 2026 menampilkan video Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di depan latar bendera Amerika. Dalam video itu, Trump disebut mengumumkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan adiknya tewas akibat serangan Iran. Narasi yang beredar juga memuat kutipan, “Kalian tetap tenang dan tenang tentang kematiannya.”
Hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut tidak benar. Verifikasi dilakukan melalui penelusuran balik (reverse image search), pengujian dengan perangkat deteksi akal imitasi, serta pencocokan dengan pemberitaan dari media kredibel.
Dari penelusuran, video yang digunakan berasal dari momen lain, yakni ketika Trump menghadiri upacara penandatanganan undang-undang pada 12 Juni 2025. Pada kesempatan itu, Trump berpidato di Gedung Putih sebelum meneken Rancangan Undang-Undang (RUU) standar emisi kendaraan. Teks lengkap pidato, termasuk sesi tanya jawab, tersedia dalam dokumentasi acara tersebut.
Konteks waktu pidato ini juga tidak selaras dengan narasi yang beredar. Pidato pada 12 Juni 2025 terjadi jauh sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.
Selain itu, pengujian menggunakan perangkat Hive Moderation menunjukkan indikasi kuat rekayasa audio. Hive memberikan skor probabilitas 99,2 persen bahwa suara dalam video dibuat menggunakan akal imitasi.
Di sisi lain, informasi terbaru yang dirujuk dalam pemeriksaan juga menyebut Netanyahu masih menyampaikan pernyataan pada 24 Maret 2026. Ia mengatakan militer akan terus menggempur Iran dan Lebanon. “Pada saat yang sama, kami terus melancarkan serangan di Iran dan Lebanon. Kami menghancurkan program rudal dan program nuklir mereka, dan kami terus menyerang Hezbollah dengan keras,” ujarnya.
Dengan demikian, video yang diklaim memuat pengumuman Trump tentang kematian Netanyahu merupakan konten menyesatkan. Video tersebut memakai rekaman lama, sementara audionya terbukti merupakan hasil rekayasa.

