Cek Fakta: Video Truk Menurunkan Tikus Terinfeksi Hantavirus Ternyata Hasil Manipulasi AI

Cek Fakta: Video Truk Menurunkan Tikus Terinfeksi Hantavirus Ternyata Hasil Manipulasi AI

Sebuah video yang beredar di media sosial menarasikan sejumlah tikus terinfeksi hantavirus keluar dari sebuah truk dan berlarian ke jalan raya. Dalam beberapa unggahan, video itu juga dikaitkan dengan klaim bahwa tikus-tikus tersebut sengaja disebarkan di luar negeri, meski lokasi kejadian tidak dijelaskan secara rinci.

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar diketahui merupakan hasil manipulasi dan terdeteksi dibuat menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Video dengan narasi tersebut ditemukan dibagikan oleh sejumlah akun Facebook. Salah satu unggahan menyertakan keterangan yang mempertanyakan kebenaran video dan mengaitkannya dengan teori konspirasi mengenai hantavirus.

Untuk menelusuri asal-usulnya, Tim Cek Fakta Kompas.com menggunakan teknik reverse image search. Melalui Google Lens, ditemukan video identik yang diunggah akun Instagram @ai.marynyuk pada 13 Maret 2026. Pada unggahan itu, pembuat konten menyertakan keterangan bahwa video dibuat dengan AI. Unggahan tersebut juga tidak memuat informasi bahwa tikus dalam video terinfeksi hantavirus.

Kompas.com kemudian memeriksa keaslian video menggunakan alat pendeteksi konten AI, Hive Moderation dan Truth Scan. Hive Moderation mengidentifikasi video tersebut memiliki probabilitas 99,8 persen dihasilkan AI. Sementara Truth Scan mendeteksi video itu sebagai AI generatif dengan probabilitas 99 persen.

Selain itu, klaim bahwa hantavirus sengaja disebarkan dinilai tidak berdasar dan tidak ditunjang fakta. Kompas.com sebelumnya menuliskan bahwa hantavirus dibawa oleh hewan pengerat dan dapat menular ke manusia melalui urin, kotoran, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi.

Adapun penularan hantavirus dari manusia ke manusia, menurut informasi yang dikutip Kompas.com, hanya ditemukan pada hantavirus Andes. Penularan tersebut diduga terjadi karena kontak dekat dan berkepanjangan.

Dengan demikian, video yang diklaim menampilkan tikus terinfeksi hantavirus disebar menggunakan truk merupakan konten manipulatif. Video itu terdeteksi sebagai hasil generatif AI, sementara narasi tentang penyebaran hantavirus secara sengaja tidak memiliki dasar fakta.