Cek Fakta: Video Purbaya Yudhi Sadewa Disebut Bagi Bantuan Dana Pribadi Ternyata Hoaks

Cek Fakta: Video Purbaya Yudhi Sadewa Disebut Bagi Bantuan Dana Pribadi Ternyata Hoaks

Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa seolah menawarkan bantuan dana kepada masyarakat dan menyebut sumbernya berasal dari kantong pribadi. Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa unggahan tersebut merupakan hoaks.

Video itu beredar di Facebook disertai narasi yang mengarahkan masyarakat untuk menghubungi Purbaya dan mencantumkan nama, dengan klaim bahwa bantuan diberikan khusus bagi mereka yang belum pernah menerima bantuan. Dalam video tersebut, Purbaya juga disebut menyatakan bahwa bantuan itu “resmi langsung dari saya” dan berasal dari “dana pribadi”.

Berdasarkan penelusuran, Tim Cek Fakta Kompas.com tidak menemukan informasi kredibel mengenai pembagian bantuan dana dari kantong pribadi Purbaya kepada masyarakat. Pencarian menggunakan Google Lens justru mengarah pada foto Purbaya yang serupa dalam artikel Antara tertanggal 20 Januari 2026.

Artikel Antara tersebut memberitakan pertemuan Purbaya dengan Deputi Gubernur Bank Indonesia Juda Agung di area kantor Kementerian Keuangan, Jakarta. Dalam kesempatan itu, Purbaya menyampaikan bahwa pertemuan mereka berisi diskusi mengenai kondisi dan pandangan ekonomi. Tidak ada pernyataan terkait pemberian bantuan dana kepada masyarakat.

Temuan ini mengindikasikan bahwa video yang beredar di Facebook telah dimanipulasi. Kompas.com juga memeriksa video tersebut menggunakan alat pendeteksi campur tangan AI, yakni Hive Moderation dan TruthScan.

Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan suara Purbaya dalam video memiliki probabilitas 99,2 persen dibuat menggunakan AI. Sementara itu, TruthScan mendeteksi probabilitas video tersebut dihasilkan menggunakan AI mencapai 73 persen.

Dengan demikian, klaim bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membagikan bantuan dana dari kantong pribadinya kepada masyarakat melalui video yang beredar di media sosial dinyatakan tidak benar. Pemeriksaan juga menunjukkan indikasi kuat bahwa suara dan video tersebut merupakan hasil rekayasa.