Cek Fakta: Video Menhan Sjafrie Disebut Umumkan Bantuan Rp 130 Juta untuk Pensiunan Ternyata Manipulasi

Cek Fakta: Video Menhan Sjafrie Disebut Umumkan Bantuan Rp 130 Juta untuk Pensiunan Ternyata Manipulasi

Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan program dana bantuan pemerintah untuk para pekerja yang telah pensiun, dengan nilai bantuan disebut mencapai Rp 130 juta.

Dalam unggahan tersebut, warganet juga diarahkan untuk mendaftar melalui nomor WhatsApp yang dicantumkan.

Namun, hasil penelusuran menunjukkan video itu merupakan konten hasil manipulasi. Saat dicermati, terdapat sejumlah kejanggalan pada tampilan visual, antara lain wajah Sjafrie yang terlihat kaku. Pada beberapa bagian, wajahnya juga tampak berubah dan tidak sama seperti di awal video.

Tim Cek Fakta Kompas.com kemudian menelusuri sumber video menggunakan Google Lens. Hasilnya, video tersebut identik dengan tayangan di kanal YouTube Kompas TV yang merekam momen Sjafrie berpidato dalam acara penyerahan dan penguasaan kembali kawasan hutan dan sawit seluas 1 juta hektar pada 9 Juli 2025.

Dalam acara itu, Sjafrie diketahui menjabat Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Pengarah Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Setelah video asli disimak hingga tuntas, tidak ditemukan pernyataan Sjafrie mengenai program pemberian dana bantuan bagi para pensiunan. Isi pidatonya membahas capaian Satgas Penertiban Kawasan Hutan dalam melakukan penguasaan kembali lahan negara.

Selain perbedaan konteks, pemeriksaan juga dilakukan terhadap audio. Berdasarkan pengecekan menggunakan Undetectable, suara yang menyebut Sjafrie mengumumkan dana bantuan bagi pekerja pensiun terdeteksi dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI).

Dengan demikian, klaim bahwa Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan program bantuan Rp 130 juta untuk pensiunan dalam video yang beredar adalah tidak benar. Video tersebut merupakan hasil manipulasi, sementara rekaman aslinya adalah pidato dalam kegiatan penyerahan dan penguasaan kembali kawasan hutan serta sawit seluas 1 juta hektar pada 9 Juli 2025.