Sebuah video yang beredar di media sosial mengeklaim mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membagikan paket umrah dan modal usaha kepada masyarakat pada 2026. Dalam unggahan itu, warganet juga diarahkan untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu guna mendapatkan bantuan.
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Video yang beredar merupakan konten manipulatif yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Berdasarkan penelusuran pada akun media sosial Sandiaga Uno, tidak ditemukan informasi atau unggahan yang berkaitan dengan pembagian paket umrah maupun modal usaha seperti yang dinarasikan dalam video.
Tim Cek Fakta kemudian menelusuri sumber video menggunakan Google Lens. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut memanipulasi konten dari kanal YouTube Bisnis.com yang diunggah pada 2 April 2023.
Dalam video aslinya, Sandiaga Uno tidak membahas pembagian bantuan. Ia menceritakan bagaimana dirinya memaknai bulan Ramadhan, termasuk menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk menenangkan diri dan rehat sejenak dari hiruk-pikuk dunia politik.
Selain itu, pemeriksaan menggunakan Hive Moderation mendeteksi suara Sandiaga yang mengumumkan pembagian paket umrah dan modal usaha sebagai hasil AI dengan probabilitas 98,4 persen. Pemeriksaan lain menggunakan Truth Scan juga mendeteksi suara tersebut sebagai AI generatif dengan probabilitas mencapai 99 persen.
Dengan demikian, video yang mengeklaim Sandiaga Uno membagikan paket umrah dan modal usaha pada 2026 merupakan konten hasil manipulasi, sementara suara dalam video terindikasi dibuat menggunakan teknologi AI.