Sebuah unggahan di Instagram, TikTok, dan YouTube menyebarkan klaim bahwa kapal induk Amerika Serikat (AS) tiba-tiba diserang lebah pada 9 Maret 2026. Konten tersebut disertai video berdurasi 12 detik yang memperlihatkan operator pesawat tempur di atas dek kapal tampak panik, berlarian, hingga terjatuh untuk menghindari serangga.
Narasi itu beredar di tengah memanasnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut keliru.
Dalam verifikasi melalui penelusuran kata kunci dan penggunaan perangkat pendeteksi konten akal imitasi, video yang beredar teridentifikasi sebagai produk teknologi akal imitasi. Penelusuran dengan kata kunci “US warship attacked by bees” di Google menemukan video identik yang telah beredar lebih awal. Rekaman berbahasa Inggris itu diunggah akun Facebook The Military Power Hub pada 5 Maret 2026.
Selain itu, pada video ditemukan tanda air (watermark) bertuliskan “Gem” yang melayang di bagian atas. Label tersebut merupakan penanda bahwa konten dibuat menggunakan model akal imitasi Gemini milik Google, yang mewajibkan pelabelan untuk produk yang dihasilkan oleh model akal imitasi mereka. Pada versi yang beredar di Indonesia, tanda air “Gem” itu ditimpa dengan teks bertuliskan “Kapal Induk AS tiba-tiba diserang tawon”.
Uji tambahan menggunakan Hive Moderation menunjukkan probabilitas 96,5 persen bahwa konten dibuat dengan akal imitasi. Sementara analisis Zhuque AI Detector Assistant menunjukkan probabilitas 76,27 persen untuk kategori teknologi serupa.
Dengan temuan tersebut, video yang diklaim memperlihatkan kapal induk AS diserang tawon atau lebah saat melawan Iran merupakan konten rekayasa berbasis akal imitasi.

