Sebuah video yang beredar di media sosial menarasikan Amerika Serikat menerjunkan 10.000 “pasukan robot” untuk menyerang Iran. Dalam tayangan tersebut, terlihat deretan robot berbaris bersama prajurit manusia.
Video itu diunggah salah satunya oleh sebuah akun Facebook pada Selasa, 17 Maret 2026, disertai narasi: “10 rb prajurit robot canggih AS dan 2500 RB pasukan militer elit sampai di iran. Iran tidak ada harapan lagi.”
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, klaim tersebut tidak benar. Memang disebutkan bahwa AS telah mengerahkan 2.500 marinir ke wilayah Teluk di tengah perang Iran yang masih berkecamuk. Namun, tidak ditemukan laporan kredibel yang menyebut adanya pengerahan 10.000 prajurit robot.
Selain itu, jika dicermati, video yang beredar menunjukkan ciri visual yang tampak dibuat secara digital, bukan rekaman asli.
Untuk memeriksa keasliannya, Tim Cek Fakta Kompas.com mengecek video itu menggunakan alat pendeteksi AI, Hive Moderation dan BitMind. Hasil pemeriksaan Hive Moderation menunjukkan probabilitas video dibuat menggunakan AI mencapai 99,9 persen. Sementara BitMind mendeteksi probabilitas video dihasilkan atau dibuat dengan AI sebesar 91 persen.
Dengan demikian, video yang mengklaim AS menerjunkan 10.000 pasukan robot untuk menyerang Iran dinyatakan sebagai hoaks dan merupakan hasil rekayasa berbasis AI.

