Sebuah video yang beredar di internet mengklaim Al Jazeera menayangkan berita kematian Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Klaim tersebut kemudian memicu rumor bahwa Netanyahu telah meninggal.
Hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan Al Jazeera tidak pernah menayangkan video tersebut. Video yang beredar dinilai merupakan konten rekayasa yang dibuat dengan teknologi akal imitasi (AI).
Verifikasi dilakukan melalui analisis visual manual, penggunaan alat deteksi AI, serta penelusuran dari sejumlah sumber kredibel. Dari pemeriksaan visual, ditemukan sejumlah kejanggalan pada klip yang menampilkan pembaca berita, termasuk posisi kamera dan mikrofon yang dinilai tidak lazim. Selain itu, ejaan kata “Israel” dan “Netanyahu” pada bagian news ticker juga terlihat salah.
Kejanggalan lain muncul pada klip yang menampilkan bangunan runtuh. Visual beberapa pria tampak anomali, dengan bagian kepala yang terlihat seolah terlepas. Sosok Netanyahu pun tidak terlihat dalam video tersebut.
Analisis menggunakan alat deteksi AI Hive Moderation menunjukkan skor 82,3 persen bahwa video tersebut dibuat dengan AI.
Sejumlah pemeriksa fakta dari berbagai negara juga menyimpulkan narasi dan video itu hoaks, antara lain Teyit dari Turki, Newtral dari Spanyol, dan The Quint yang berbasis di India. Mereka menyatakan menemukan bukti bahwa klip tersebut dibuat menggunakan mesin AI.
Rumor kematian Netanyahu mencuat seiring beredarnya video hasil model akal imitasi tersebut. Netanyahu membantah kabar itu melalui pernyataan media pada 24 Maret 2026. Dalam pernyataannya, ia menegaskan Israel akan terus menggempur Iran dan Lebanon setelah Hizbullah menyerang menggunakan rudal dan drone. “Kami terus menyerang Hizbullah dengan keras,” ujarnya.

