Cek Fakta: Video Diklaim PBB Kirim Tim Investigasi Banjir ke Aceh, Ternyata Dokumentasi UNIFIL di Lebanon

Cek Fakta: Video Diklaim PBB Kirim Tim Investigasi Banjir ke Aceh, Ternyata Dokumentasi UNIFIL di Lebanon

Sebuah video di TikTok menarasikan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengirim tim investigasi ke Aceh untuk menelusuri penyebab banjir. Unggahan tersebut memperlihatkan potongan pertemuan yang disebut melibatkan TNI dan PBB, lalu ditutup dengan gambar seseorang berompi PBB meninjau sebuah area.

Konten dari akun TikTok “juli.adi320” itu diunggah pada 5 Januari 2025. Hingga 6 Januari 2026, video tersebut tercatat memperoleh lebih dari 4.785 tanda suka, 245 komentar, dan dibagikan ulang 538 kali.

Hasil pemeriksaan fakta menyimpulkan klaim tersebut tidak didukung informasi kredibel. Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kata kunci “PBB kirim tim investigasi ke Aceh menelusuri penyebab banjir”, namun tidak menemukan rujukan tepercaya yang membenarkan narasi dalam video.

Penelusuran lanjutan dilakukan melalui pencarian gambar terbalik menggunakan Google Lens. Hasilnya mengarah pada unggahan serupa dari akun Instagram “aljazeeramubasher” yang dipublikasikan pada 19 Desember 2025.

Dalam konteks aslinya, dokumentasi itu bukan terkait Aceh. Video tersebut merekam momen United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyerahkan area bekas ladang ranjau yang telah dinyatakan aman kepada Angkatan Bersenjata Lebanon (LAF) pada Desember 2025. Disebutkan, sebanyak 393 ranjau dijinakkan di dekat garis perbatasan Blue Line, wilayah Blida, Lebanon bagian tenggara.

Sementara itu, Aceh memang sempat dilanda banjir dan longsor pada akhir November 2025 yang berdampak pada 18 kabupaten/kota. Dalam pemberitaan detik.com, Pemerintah Provinsi Aceh disebut pernah berkirim surat kepada UNDP (United Nations Development Programme) dan Unicef (United Nations Children's Fund) untuk meminta bantuan, karena kedua lembaga itu dinilai memiliki pengalaman membantu Aceh saat bencana.

Dengan demikian, klaim bahwa PBB mengirim tim investigasi ke Aceh untuk menelusuri penyebab banjir merupakan konten menyesatkan karena menggunakan dokumentasi dari peristiwa berbeda yang terjadi di Lebanon.