Sebuah video yang beredar di Facebook mengeklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengalami stroke akibat disebut kalah strategi militer dalam konflik dengan Iran. Unggahan itu juga menyertakan narasi bahwa kondisi kesehatan Trump menurun drastis setelah tekanan politik dan kegagalan operasi di Timur Tengah.
Dalam narasi yang menyertai video, pengunggah menulis: “Akibat pecahnya pembuluh darah di otak, Trump mengalami stroke, ini diakibatkan karena kalah strategi perang dengan Iran”.
Berdasarkan penelusuran, tidak ditemukan informasi maupun pernyataan resmi dari pemerintah atau media kredibel yang menyatakan Donald Trump mengalami stroke akibat kekalahan strategi militer dalam konflik dengan Iran.
Hasil penelusuran menggunakan Google Lens menunjukkan video tersebut identik dengan unggahan lain yang berkaitan dengan evakuasi Donald Trump setelah terjadi insiden tembakan saat acara White House Correspondents’ Dinner di Washington D.C., Amerika Serikat. Dalam peristiwa itu, agen Secret Service terlihat mengamankan Trump setelah suasana acara sempat panik akibat laporan tembakan.
Video tersebut tidak berkaitan dengan kondisi stroke maupun konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, hingga saat ini Trump masih terlihat aktif menjalani kegiatan publik dan tidak ada laporan resmi mengenai dirinya mengalami stroke.
Dengan demikian, klaim yang menyebut Donald Trump mengalami stroke akibat kalah strategi perang dengan Iran dinyatakan tidak benar atau hoaks.