Sebuah unggahan di Facebook pada 12 Mei 2026 menyebarkan klaim adanya “link resmi” pendaftaran bantuan untuk guru ASN, guru non-ASN, PNS, dan guru honorer. Unggahan itu juga menyebut bantuan dicairkan serentak di seluruh Indonesia dan mengarahkan pengguna untuk mendaftar melalui tautan tertentu.
Dalam unggahan tersebut, terdapat menu pendaftaran yang ketika diklik mengarah ke alamat https://daftar-sekarangwl2.d4fttar.one/. Tautan itu membuka halaman situs yang meminta sejumlah informasi pribadi, termasuk provinsi dan nomor Telegram.
Berdasarkan penelusuran, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelumnya telah mengimbau masyarakat—terutama guru—untuk mewaspadai laman palsu yang berujung phishing terkait bantuan insentif guru non-ASN sebesar Rp2,1 juta.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen, Yudhistira Nugraha, meminta masyarakat tidak mudah percaya pada pesan, email, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan pihak tertentu dari Kemendikdasmen. Ia menjelaskan phishing merupakan upaya penipuan untuk mencuri data pribadi seperti kata sandi, OTP, atau informasi keuangan.
Kemendikdasmen juga membagikan langkah pencegahan, antara lain memeriksa alamat email atau nomor pengirim, tidak mengklik tautan mencurigakan, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta menyimpan data pribadi hanya di aplikasi resmi.
Yudhistira turut menyebut beberapa contoh laman yang terindikasi melakukan phishing, di antaranya daftar.form-gtkdikdasmen.com, layanan.form-gtkdikdasmen.com, intensif.gtk-dikdasmen.com, dan intensif.gtkdikdasmen.com. Ia mengingatkan agar masyarakat hanya mengisi informasi pada laman resmi kementerian.
Untuk informasi resmi mengenai bantuan insentif maupun bantuan subsidi upah (BSU), Kemendikdasmen menyatakan rujukan resminya hanya dapat dilihat melalui Info GTK di tautan https://info.gtk.dikdasmen.go.id/.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengumumkan insentif untuk guru honorer akan naik menjadi Rp400 ribu per bulan mulai 2026, dari Rp300 ribu per bulan pada 2025. Penyalurannya dilakukan melalui mekanisme transfer langsung ke rekening guru yang tercantum dalam Dapodik.
Dengan demikian, tautan pendaftaran bantuan yang beredar di Facebook tersebut bukan tautan resmi. Masyarakat diimbau berhati-hati dan memastikan informasi bantuan diakses melalui kanal resmi.