Sebuah unggahan di Facebook pada 12 Juli 2026 menyebarkan klaim adanya tautan pendaftaran untuk mendapatkan bantuan alat pertanian APBN 2026 dari Kementerian Pertanian (Kementan). Dalam unggahan tersebut, warganet diajak segera mendaftar melalui tautan yang dicantumkan.
Postingan itu menampilkan narasi “penyaluran bantuan alat pertanian terbaru APBN tahun 2026” dan menyebut program tersebut sebagai program resmi pemerintah untuk mendukung petani Indonesia. Unggahan juga mencantumkan sejumlah klaim manfaat, seperti meningkatkan hasil panen, efisiensi waktu dan tenaga, penggunaan teknologi modern, hingga mendukung pertanian maju dan mandiri.
Selain narasi, unggahan menyertakan poster bertuliskan “Kementerian Pertanian Republik Indonesia” dengan judul “Penyaluran Bantuan Alat Pertanian APBN Tahun 2026”. Poster itu memuat daftar alat yang disebut akan disalurkan, antara lain rice transplanter, corn harvester, combine harvester, excavator, pompa air, hand tractor, traktor roda 4, sprayer elektrik, dan drone sprayer.
Namun, tautan pendaftaran yang disertakan dalam unggahan tersebut tidak benar. Tautan itu diarahkan ke Telegram dan, ketika diklik, membawa pengguna ke halaman berisi formulir digital yang meminta data identitas pribadi, seperti nama hingga nomor Telegram aktif.
Dengan demikian, klaim mengenai tautan pendaftaran bantuan alat pertanian APBN 2026 dari Kementan yang beredar melalui unggahan Facebook tersebut dinyatakan tidak benar.