Unggahan di Facebook ramai membahas klaim bahwa Presiden Pantai Gading, Alassane Ouattara, menunaikan ibadah haji menggunakan dana pribadi dan menolak fasilitas resmi yang disediakan Pemerintah Arab Saudi. Narasi itu juga menggambarkan Ouattara bermalam di tanah bersama jutaan jamaah tanpa pengamanan khusus maupun layanan mewah.
Namun, hasil penelusuran situs pemeriksa fakta Factly menyatakan klaim tersebut tidak didukung bukti yang valid. Factly menyebut tidak ada bukti yang memastikan Ouattara menjalankan ibadah haji dalam kondisi seperti yang dinarasikan, termasuk menolak protokol resmi Saudi.
Foto yang turut beredar dan diklaim memperlihatkan Ouattara juga dinilai tidak dapat dipastikan sebagai foto dirinya. Sejumlah pemeriksa fakta menyebut gambar tersebut tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Presiden Pantai Gading.
Dalam catatan yang beredar, Ouattara memang pernah melaksanakan ibadah haji pada 2018 bersama keluarga dan sejumlah tokoh Pantai Gading atas undangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud. Dokumentasi resmi pada periode tersebut menunjukkan Ouattara tetap menerima sambutan dan pengawalan dari otoritas Saudi selama menjalani rangkaian ibadah.
Selain itu, pada April 2022 Ouattara kembali mengunjungi Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Dalam laporan Saudi Gazette, kedatangannya disebut disambut pejabat serta aparat keamanan Kerajaan Arab Saudi.
Platform Anti-Rumours Authority di Arab Saudi juga pernah membantah narasi serupa. Mereka menegaskan sosok dalam foto viral bukan Presiden Pantai Gading dan menyatakan klaim penolakan protokol Saudi sebagai informasi yang tidak benar. Hal senada disampaikan Arabic Fact Check yang menyebut tidak ditemukan bukti Ouattara menjalankan ibadah haji seorang diri tanpa rombongan maupun pengamanan resmi, sementara dokumentasi justru memperlihatkan dirinya didampingi pejabat dan aparat keamanan selama berada di Arab Saudi.
Sejumlah penelusuran menduga foto yang beredar merupakan tangkapan layar lama jamaah haji yang bermalam di Muzdalifah, sehingga tidak bisa dijadikan dasar untuk menguatkan klaim tentang Ouattara.
Berdasarkan rangkaian penelusuran tersebut, klaim bahwa Presiden Pantai Gading menolak fasilitas resmi Pemerintah Arab Saudi saat menunaikan ibadah haji dinilai menyesatkan dan belum terbukti kebenarannya. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati menyebarkan informasi bernuansa religius di media sosial serta memeriksa kebenaran sumber sebelum membagikannya.