Sebuah foto yang diklaim memperlihatkan tentara Israel berlarian menyelamatkan diri setelah markas militer mereka diserang rudal Iran beredar luas di media sosial. Dalam unggahan tersebut, terlihat gumpalan asap dan kobaran api yang disebut sebagai dampak serangan.
Narasi itu muncul dalam unggahan sejumlah akun Facebook pada 8 Juli 2026. Salah satu keterangan yang menyertai foto berbunyi, “Markas militer Israel dirudal Iran. Pasukan milter lari tunggang langgang sembunyi-sembunyi menyelamatkan diri.”
Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan bahwa foto tersebut bukan dokumentasi peristiwa nyata, melainkan konten hasil rekayasa artificial intelligence (AI).
Dalam penelusurannya, tim menggunakan teknik reverse image search dan menemukan kecocokan dengan unggahan video dari akun Instagram @ymukhoyart_32 yang dipublikasikan pada 13 Juli 2026. Pada takarir unggahan itu, pengunggah menyertakan keterangan bahwa video dibuat menggunakan AI generator.
Verifikasi kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan menggunakan dua platform pendeteksi konten AI, yakni Hive Moderation dan AI or Not. Hive Moderation mendeteksi foto tersebut sebagai konten AI generatif dengan probabilitas 99,9 persen.
Sementara itu, AI or Not juga menilai foto tersebut memiliki probabilitas 95 persen dibuat oleh AI. Platform tersebut turut menyatakan konten itu buatan akal imitasi dengan indikasi 70 persen deepfake.
Berdasarkan rangkaian pemeriksaan tersebut, klaim bahwa foto itu menampilkan tentara Israel berlarian setelah markasnya diserang Iran dinyatakan tidak akurat. Foto yang beredar merupakan konten rekayasa AI.