Cakupan Jaminan Kesehatan Tay Ninh Ditargetkan 95,16% pada 2025, Perluas Perlindungan Kelompok Rentan

Cakupan Jaminan Kesehatan Tay Ninh Ditargetkan 95,16% pada 2025, Perluas Perlindungan Kelompok Rentan

Kebijakan asuransi sosial, asuransi kesehatan, dan asuransi pengangguran di Provinsi Tay Ninh terus diperkuat untuk mendampingi masyarakat, terutama kelompok rentan, dalam mengurangi risiko jatuh ke dalam kemiskinan. Upaya ini antara lain dilakukan melalui dukungan iuran, perluasan kepesertaan, serta peningkatan akses layanan.

Berdasarkan laporan lembaga Asuransi Sosial Provinsi Tay Ninh, pada 2025 tingkat cakupan asuransi kesehatan di provinsi tersebut ditargetkan mencapai 95,16% dari total populasi. Dalam skema yang berjalan, kelompok seperti rumah tangga miskin, rumah tangga hampir miskin, lansia, serta penerima tunjangan kesejahteraan sosial akan mendapatkan iuran yang dibayarkan atau disubsidi oleh anggaran negara sesuai ketentuan.

Kebijakan ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis penting, mengurangi beban biaya pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat secara bertahap.

Di tingkat akar rumput, dampak praktis asuransi kesehatan dirasakan langsung oleh warga. Nguyen Thi H., warga Komune My Le, menyebut keluarganya tergolong hampir miskin dan sebelumnya kerap khawatir ketika sakit karena tingginya biaya berobat. Setelah menerima dukungan untuk mengikuti asuransi kesehatan, ia merasa lebih tenang saat menjalani pemeriksaan dan pengobatan karena tidak lagi terbebani kekhawatiran biaya rumah sakit.

Selain asuransi kesehatan, perluasan cakupan asuransi sosial—terutama asuransi sosial sukarela—dinilai menambah lapisan perlindungan bagi pekerja sektor informal, pemilik usaha perorangan, dan pekerja mandiri. Pada 2025, jumlah peserta asuransi sosial sukarela di Tay Ninh diperkirakan terus meningkat, seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk menyiapkan jaminan sosial setelah memasuki usia pensiun.

Tran Van M., pemilik usaha kecil di Komune Rach Kien, mengaku sebelumnya tidak mempertimbangkan asuransi sosial karena pendapatannya sebagai pedagang lepas tidak stabil. Namun setelah mendapat penjelasan dari petugas asuransi sosial mengenai manfaat asuransi sosial sukarela, ia memutuskan mendaftar agar memiliki pensiun di masa depan dan tidak bergantung pada anak serta cucunya.

Di sisi lain, kebijakan asuransi pengangguran juga disebut tetap memegang peran penting dalam membantu pekerja yang kehilangan pekerjaan. Melalui subsidi serta kegiatan seperti konseling kerja, penempatan kerja, dan pelatihan kejuruan, pekerja didorong untuk lebih cepat kembali ke pasar kerja, menstabilkan pendapatan, dan menekan risiko jatuh ke dalam kemiskinan.

Secara keseluruhan, sinkronisasi kebijakan asuransi sosial, asuransi kesehatan, dan asuransi pengangguran dinilai tidak hanya memperkuat jaminan pendapatan dan perlindungan kesehatan, tetapi juga menjadi fondasi bagi pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan di Tay Ninh. Ke depan, provinsi ini akan melanjutkan sosialisasi, memperluas cakupan, serta meningkatkan kualitas layanan untuk membangun sistem jaminan sosial yang lebih komprehensif demi pembangunan daerah yang stabil dan berkelanjutan.