Bupati Sumbawa Pastikan Proyek Industri Unggas Terintegrasi di Serading Segera Terealisasi

Bupati Sumbawa Pastikan Proyek Industri Unggas Terintegrasi di Serading Segera Terealisasi

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot memastikan proyek Integrated Poultry Industry (budidaya unggas terintegrasi) yang berlokasi di Balai Pembibitan dan Hijauan Makanan Ternak (BPHMT), Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, segera terealisasi.

Jarot menyebutkan, berdasarkan jadwal tentatif, pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) direncanakan pada 29 Januari. Pemerintah daerah, kata dia, telah menyiapkan berbagai kebutuhan awal, termasuk persiapan lahan, dan kini tinggal menunggu kepastian pelaksanaan.

Menurut Jarot, Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada prinsipnya telah siap, termasuk menyiapkan lahan seluas 10–12 hektare. Ia juga menyatakan tidak ada kendala pada lahan provinsi seluas 41 hektare. Penyiapan lahan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional (PSN) di wilayahnya.

Ia menjelaskan, proyek ini ditetapkan di lima provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena itu, ia menegaskan daerah perlu memberikan dukungan agar program berjalan sesuai rencana.

Jarot mengakui, untuk mendapatkan program tersebut diperlukan perjuangan karena banyak daerah yang menginginkannya. Ia menyampaikan rasa syukur karena Sumbawa disebut masih berada dalam daftar pertama dengan poin tertinggi untuk merealisasikan program. Ia juga memastikan tenaga kerja yang terlibat nantinya merupakan putra-putri terbaik Sumbawa.

Jarot menilai kehadiran proyek ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga membuka peluang penguatan ketahanan pangan serta peningkatan nilai tambah sektor peternakan. Ia menyebut proyek ini berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal, termasuk mendorong munculnya pengusaha baru.

Dengan konsep terintegrasi dari hulu ke hilir, Jarot berharap proyek ini dapat mendorong efisiensi produksi, menjaga stabilitas pasokan, serta meningkatkan daya saing industri unggas nasional.

Khusus di NTB, Jarot menyampaikan proyek Integrated Poultry Industry akan dikembangkan sebanyak 16 unit dengan total nilai investasi mencapai Rp1,37 triliun. Dari jumlah itu, empat unit berada di Sumbawa dan disebut menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam pengembangan industri unggas terintegrasi.

Salah satu unit strategis tersebut, lanjut Jarot, berlokasi di kawasan BPHMT Desa Serading dan saat ini sudah mulai dilakukan persiapan lahan menjelang pelaksanaan groundbreaking.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kata Jarot, akan memberikan dukungan penuh, mulai dari aspek perizinan, kesiapan lahan, hingga koordinasi lintas perangkat daerah agar pelaksanaan proyek berjalan lancar dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan, masuknya Sumbawa dalam proyek ini diharapkan mengukuhkan peran daerah sebagai salah satu pusat pengembangan peternakan unggas terintegrasi di Indonesia Timur.