BPIP Gelar Bimtek Admin Aplikasi Transparansi Paskibraka 2026 di Palembang

BPIP Gelar Bimtek Admin Aplikasi Transparansi Paskibraka 2026 di Palembang

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Penyelenggaraan Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Admin Aplikasi Transparansi Paskibraka tingkat provinsi serta kabupaten/kota untuk pelaksanaan Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 3 Februari 2026 di Palembang, Sumatera Selatan.

Bimtek tersebut ditujukan untuk memperkuat pemahaman teknis sekaligus menyamakan persepsi para admin transparansi di daerah, agar proses pembentukan Paskibraka 2026 berjalan transparan, objektif, dan akuntabel sesuai kebijakan BPIP.

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP, Fuad Lutfi, menyampaikan bahwa Aplikasi Transparansi Paskibraka menjadi instrumen penting untuk memastikan seluruh tahapan pembentukan Paskibraka terdokumentasi secara digital, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia menekankan bimtek ini sebagai sarana peningkatan kemampuan teknis admin serta memastikan keseragaman penerapan kebijakan di seluruh daerah.

“Dengan optimalisasi peran admin, proses pendaftaran, seleksi, hingga pelaporan pembentukan Paskibraka Tahun 2026 dapat berjalan lebih tertib dan akuntabel,” ujar Fuad Lutfi dalam sambutannya.

Kegiatan di Palembang turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Selatan, Arinaras JS. Ia menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sumatera Selatan sebagai salah satu lokasi pelaksanaan bimtek dan berharap kegiatan ini memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam pembinaan generasi muda. Arinaras juga berharap para admin dapat menjalankan peran secara profesional dan berintegritas agar proses seleksi menjaring putra-putri terbaik daerah.

Sementara itu, Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina, menegaskan pembentukan Paskibraka tidak semata seleksi fisik, melainkan bagian dari kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Menurutnya, penilaian mencakup aspek akademis, fisik, komitmen kebangsaan, mental, kemampuan belajar dan beradaptasi, serta kesiapan melaksanakan tugas.

Rima juga menyatakan seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi Paskibraka. Peserta berasal dari berbagai latar belakang agama dan suku, yang diharapkan membentuk miniatur Indonesia sekaligus mencerminkan pengamalan nilai-nilai Pancasila. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya peran admin transparansi sebagai pengawal proses seleksi dan mendorong sinergi berkelanjutan dengan BPIP untuk mewujudkan seleksi yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bimtek Aplikasi Transparansi Paskibraka 2026 dilaksanakan di dua lokasi, yakni Palembang dan Surabaya, Jawa Timur. Untuk pelaksanaan di Palembang, kegiatan diikuti 390 peserta yang terdiri dari admin tingkat provinsi serta kabupaten/kota. Melalui bimtek ini, BPIP menargetkan meningkatnya pemahaman dan keseragaman penerapan kebijakan pembentukan Paskibraka 2026, tersedianya admin yang kompeten dan profesional, serta terselenggaranya proses pembentukan Paskibraka yang transparan, objektif, dan akuntabel secara nasional dengan dukungan data serta dokumentasi digital yang valid dan terintegrasi.