NEW YORK, Januari 2025 — Perhatian pelaku pasar global tertuju ke Washington D.C. menjelang pertemuan kebijakan pertama tahun ini dari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC). BofA Securities memperkirakan rapat tersebut akan berlangsung tanpa kejutan besar, dengan Federal Reserve diproyeksikan mempertahankan suku bunga acuannya dan menegaskan kembali sikap kebijakan yang sudah berjalan.
Dalam analisis terbarunya, BofA menilai ekspektasi pasar saat ini sangat kuat mengarah pada skenario “tahan suku bunga”. Kontrak futures mencerminkan probabilitas lebih dari 95% bahwa suku bunga dana federal tidak berubah pada pertemuan Januari. Dengan latar itu, BofA memandang ruang bagi perubahan kebijakan yang mendadak relatif kecil, sehingga pasar cenderung mendapat sinyal kesinambungan.
Meski keputusan suku bunga diperkirakan stabil, BofA menyoroti potensi pergeseran fokus dalam komunikasi pascarapat. Konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell dinilai berpeluang menyinggung isu-isu politik, seiring meningkatnya irisan antara narasi politik dan komunikasi bank sentral di tahun pemilu. Dalam situasi tersebut, The Fed tetap berupaya menjaga independensinya, namun kebijakan moneter kerap membawa dampak sosial dan politik yang luas.
Sejumlah data ekonomi terbaru menjadi konteks penting bagi pertemuan kali ini. Laporan ketenagakerjaan Desember menunjukkan penurunan tingkat pengangguran yang mengejutkan. Kondisi pasar tenaga kerja yang kuat dapat menopang konsumsi dan ketahanan ekonomi, namun pada saat yang sama pertumbuhan upah yang bertahan berpotensi menambah tekanan inflasi. BofA menilai investor akan mencermati bagaimana Powell membaca kombinasi sinyal ini.
Selain itu, perhatian pasar juga mengarah pada pembahasan mengenai suku bunga netral atau r* (r-star), yakni tingkat suku bunga yang secara teoritis tidak mendorong maupun menahan pertumbuhan ekonomi. BofA memperkirakan komite dapat mendiskusikan apakah aktivitas ekonomi yang belakangan kuat mengindikasikan r* yang lebih tinggi. Jika r* meningkat, kebijakan saat ini bisa dinilai kurang restriktif dibanding perkiraan sebelumnya, yang pada gilirannya berimplikasi pada jalur suku bunga ke depan.
Dari sisi inflasi dan pertumbuhan, gambaran yang terbentuk dinilai relatif mendukung skenario stabil. Laporan Consumer Price Index (CPI) menunjukkan inflasi yang moderat menuju target 2% The Fed, sementara pertumbuhan produk domestik bruto (GDP) masih positif meski melambat. Kombinasi ini kerap dipandang sebagai kondisi “Goldilocks”—tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin—yang mengurangi urgensi perubahan kebijakan segera.
Dalam situasi rapat yang diperkirakan minim kejutan, dampak ke pasar lebih banyak ditentukan oleh nuansa pernyataan dan jawaban Powell dalam konferensi pers. Investor akan meneliti setiap petunjuk terkait arah suku bunga, penilaian atas kekuatan pasar tenaga kerja, serta pandangan mengenai kondisi keuangan secara keseluruhan.
BofA juga mencatat bahwa kebijakan moneter yang stabil umumnya menjadi latar yang lebih kondusif bagi aset berisiko, termasuk aset digital, karena ketidakpastian terkait biaya dana dan likuiditas cenderung berkurang. Namun, perhatian tetap tertuju pada bahasa The Fed mengenai kondisi likuiditas dan aspek lain dari kebijakan yang dapat memengaruhi penilaian aset.
Dari Wall Street, ekspektasi yang serupa juga muncul. Goldman Sachs, misalnya, mengantisipasi skenario “hawkish hold”—suku bunga tetap, namun bahasa kebijakan tetap waspada terhadap risiko inflasi. Analis J.P. Morgan juga memandang peluang perubahan kebijakan bulan ini rendah. Keselarasan pandangan di antara bank-bank besar ini memperkuat proyeksi bahwa rapat FOMC Januari lebih mungkin menjadi ajang penegasan arah kebijakan ketimbang pembentukan arah baru.
Secara keseluruhan, BofA Securities menilai pertemuan FOMC mendatang berpotensi menjadi momen stabilitas di tengah lanskap ekonomi dan politik yang kompleks. Dengan suku bunga diperkirakan tetap, perhatian utama pasar akan tertuju pada komunikasi Powell—terutama terkait interpretasi data pengangguran dan diskusi seputar r*—untuk menangkap sinyal halus mengenai langkah kebijakan berikutnya.

