Sebuah artikel berjudul “Cek Fakta Benarkah Kita Sudah Konsumsi Telur Palsu” dimuat di Republika Online. Namun, materi yang tersedia dari naskah tersebut tidak memuat isi laporan atau penjelasan substantif terkait klaim yang diperiksa.
Cuplikan yang ada hanya menampilkan penanda halaman “1 / 10”, keterangan “Memuat video…”, serta elemen interaksi pembaca seperti “Komentar” dan “Kirim”. Tidak terdapat uraian fakta, hasil verifikasi, kutipan narasumber, maupun kesimpulan cek fakta yang bisa dirangkum.
Dengan keterbatasan informasi tersebut, isi pemberitaan terkait benar atau tidaknya klaim “sudah mengonsumsi telur palsu” tidak dapat dituliskan ulang secara lengkap tanpa menambah fakta di luar data yang tersedia.