Arsenal memastikan diri menjadi juara Liga Inggris musim 2025/2026 setelah penantian 22 tahun. Kepastian itu datang ketika Manchester City bermain imbang melawan Bournemouth pada pekan ke-37, membuat perolehan poin Arsenal tidak lagi bisa dikejar meski kompetisi masih menyisakan satu pertandingan.
Gelar ini terasa emosional bagi Arsenal, yang dalam beberapa musim terakhir kerap dipandang hanya menjadi pelengkap persaingan. The Gunners bahkan sempat mendapat label sebagai spesialis runner-up.
Keberhasilan musim ini juga mengingatkan publik pada salah satu pencapaian paling ikonik dalam sejarah klub, yakni musim 2003/2004. Pada periode tersebut, Arsenal menjadi juara Liga Inggris dengan rekor tidak terkalahkan sepanjang musim, yang kemudian melahirkan julukan The Invincibles.
Di bawah arahan manajer Arsene Wenger, Arsenal tampil solid dengan catatan 26 kemenangan dan 12 hasil imbang. Mereka mampu menyingkirkan pesaing-pesaing kuat dalam perburuan gelar, termasuk Manchester United, serta memupus harapan Chelsea yang kala itu baru diakuisisi miliarder Rusia, Roman Abramovich.
Duet Thierry Henry dan Dennis Bergkamp menjadi salah satu kunci permainan Arsenal pada musim 2003/2004. Henry tampil tajam dengan mencetak 30 gol dan menjadi top scorer. Sementara Bergkamp berperan sebagai second striker yang membuka ruang bagi Henry untuk mencetak gol.
Dikutip dari laman resmi Arsenal, Bergkamp mengungkapkan kepuasannya menjalankan peran tersebut. “Saya benar-benar senang bisa menjadi pendukung bagi Thierry. Saya ingin membantu tim menjadi sempurna dengan memahami peran saya dengan tepat. Peran saya adalah bekerja sama dengan para gelandang, lalu memberikan umpan kepada sang Raja (Thierry Henry),” ujar Bergkamp.
Arsenal memastikan gelar juara musim 2003/2004 pada pekan ke-34, setelah bermain imbang 2-2 melawan rival sekota, Tottenham Hotspur, di Stadion White Hart Lane. Hasil itu membuat mereka tak lagi bisa dikejar oleh Chelsea yang berada di posisi kedua.
Musim tersebut ditutup dengan kemenangan 2-1 atas Leicester City yang terdegradasi. Setelahnya, para pemain Arsenal merayakan pencapaian bersejarah itu. Kapten Patrick Viera mengangkat trofi Liga Inggris, dikelilingi rekan-rekannya yang bergandengan tangan.
Wenger pun menggambarkan musim 2003/2004 sebagai pencapaian yang sempurna. “Saya selalu memiliki mimpi itu dan mewujudkannya sungguh luar biasa,” kata Wenger.