Surabaya – Muhammad Syafrizal Izaqi, alumnus Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga angkatan 2011, mendirikan komunitas Kampoeng Djoeang sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan di Surabaya. Sejak masa kuliah, Zaqi, sapaan akrabnya, telah tertarik pada berbagai permasalahan perkotaan, kemiskinan, dan lingkungan yang ada di kota tersebut, hingga akhirnya fokus pada upaya pelestarian lingkungan.
Kampoeng Djoeang didirikan oleh tujuh orang pendatang dari luar Surabaya yang merasa perlu memiliki wadah untuk berkontribusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan, khususnya di kawasan kampung. Nama komunitas ini menggunakan ejaan lama sehingga sempat menimbulkan anggapan bahwa komunitas tersebut bergerak di bidang sejarah.
Berbeda dengan komunitas lain, Kampoeng Djoeang aktif melakukan kegiatan langsung di kampung, seperti bersih-bersih lingkungan dan pembuatan mural di tembok-tembok kawasan tersebut. Menurut Zaqi, partisipasi anak-anak lebih tinggi dibandingkan orang dewasa dalam kegiatan mural dan pembersihan lingkungan, menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap pelestarian lingkungan.
"Kami berusaha menjalankan kegiatan dengan serius namun tetap menyenangkan. Awalnya hanya sebagai bentuk kesenangan, namun kemudian mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak, termasuk beberapa kali dimuat di surat kabar dan radio," ujar Zaqi.
Kegiatan dan Kolaborasi
Kampoeng Djoeang secara rutin berkolaborasi dengan komunitas lain dalam kegiatan seperti Kampung Clean Up dan pembuatan mural. Selain itu, komunitas ini juga menyelenggarakan edukasi lingkungan yang ditujukan bagi mahasiswa, pelajar SMA, dan anak-anak TK di Surabaya.
- Diskusi online dan talk show dengan narasumber ahli di bidang lingkungan
- Field trip untuk anak-anak guna meningkatkan pemahaman mereka tentang lingkungan
Selain bekerja sama dengan komunitas lain, Kampoeng Djoeang juga membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan dalam berbagai kegiatannya. Zaqi menegaskan pentingnya menjaga bumi sebagai satu-satunya planet yang layak huni.
"Sampai saat ini, kita semua belum memiliki planet yang layak untuk kita huni selain bumi, maka dari itu kita harus menjaganya bersama-sama," tutupnya.