DENPASAR — Ajik Tibah bersama Beli Kejoer mengajak masyarakat untuk tidak mudah mempercayai gosip atau kabar yang belum jelas kebenarannya. Ajakan itu disampaikan dalam siaran Obrolan Galang Kangin bertajuk “Jangan Mudah Percaya Gosip”.
Dalam perbincangan tersebut, keduanya menekankan kebiasaan menerima dan menyebarkan informasi tanpa verifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman, merusak hubungan antarsesama, bahkan menimbulkan konflik di lingkungan masyarakat.
Ajik Tibah menilai setiap informasi sebaiknya disikapi dengan kepala dingin dan tidak langsung dipercaya hanya berdasarkan cerita dari satu pihak. Masyarakat juga didorong membiasakan diri mencari fakta serta mendengar penjelasan dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan sebelum mengambil kesimpulan.
“Jangan langsung percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya,” ujar Tibah. Ia menambahkan, kebiasaan berpikir kritis penting dibangun agar seseorang tidak mudah terpengaruh isu atau rumor yang belum tentu sesuai dengan kenyataan.
Sementara itu, Beli Kejoer menyoroti pentingnya sikap bijaksana dalam menerima informasi di tengah derasnya arus komunikasi, terutama melalui media sosial. Ia mengingatkan agar setiap informasi dipastikan terlebih dahulu sebelum dipercaya maupun disebarkan kepada orang lain.
Menurut keduanya, gosip kerap berkembang karena prasangka dan informasi yang tidak utuh. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak tergesa-gesa memberikan penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan cerita yang didengar.
“Lebih baik mencari fakta daripada membangun penilaian dari dugaan atau kabar yang belum terbukti,” kata Ajik Tibah. Ia juga mengingatkan bahwa informasi yang berkembang di masyarakat belum tentu dapat dipastikan kebenarannya.
Di akhir perbincangan, Kejoer menegaskan bahwa menjaga ucapan dan menyebarkan informasi yang benar merupakan bagian dari tanggung jawab sosial. Ia menilai, kebiasaan menyaring informasi secara bijak dapat membantu menjaga kepercayaan dan kerukunan, serta mencegah konflik yang dipicu oleh gosip.
“Bijak menyaring informasi adalah langkah sederhana untuk menjaga kepercayaan dan kerukunan di tengah masyarakat,” ujar Beli Kejoer.