Agrinas Palma dan KPBN Terapkan E-Bidding untuk Dorong Transparansi Harga CPO

Agrinas Palma dan KPBN Terapkan E-Bidding untuk Dorong Transparansi Harga CPO

PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) memperkuat sinergi dalam tata kelola pemasaran komoditas kelapa sawit nasional melalui penerapan sistem e-bidding berbasis tender terbuka. Skema ini mulai diimplementasikan pada Rabu, 1 April 2026.

Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendorong pemasaran yang lebih transparan, kompetitif, serta berbasis mekanisme pasar. Dalam pelaksanaannya, kedua BUMN memanfaatkan sistem marketplace dan jaringan tender KPBN yang selama ini dikenal sebagai salah satu referensi harga komoditas, khususnya crude palm oil (CPO).

Senior Executive Vice President (SEVP) Operasional KPBN, Muhammad Zulham Rambe, menegaskan harga yang terbentuk dalam sistem e-bidding ditentukan oleh dinamika pasar tanpa intervensi pihak tertentu. “Harga yang terbentuk adalah harga terbaik pada hari itu, karena benar-benar ditentukan oleh mekanisme pasar yang terbuka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 2 April 2026.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Agrinas Palma Nusantara dalam kolaborasi tersebut. “Kami, KPBN mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Agrinas Palma Nusantara kepada KPBN,” kata Zulham.

Bagi Agrinas Palma Nusantara, penerapan e-bidding dipandang sebagai langkah untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk sawit nasional. Melalui mekanisme tender terbuka, calon pembeli dapat mengikuti proses secara transparan, sehingga peluang bagi pelaku pasar dinilai lebih setara dan mendorong terbentuknya harga jual yang optimal.

Implementasi perdana kerja sama ini disebut menunjukkan hasil positif. Penjualan sebanyak 6.000 ton CPO terserap pasar dengan tingkat akseptasi mencapai 100 persen. Tingginya partisipasi pembeli dinilai mencerminkan kepercayaan pasar terhadap sistem yang dibangun, sekaligus menjadi indikator meningkatnya transparansi dan efisiensi dalam perdagangan komoditas sawit.