27 Tahun Klub Mahasiswa Universitas Ekonomi Nasional Konsisten Edukasi Pencegahan Masalah Sosial dan HIV/AIDS

27 Tahun Klub Mahasiswa Universitas Ekonomi Nasional Konsisten Edukasi Pencegahan Masalah Sosial dan HIV/AIDS

Klub Mahasiswa untuk Pencegahan dan Pengendalian Masalah Sosial dan HIV/AIDS di Universitas Ekonomi Nasional berdiri pada 5 Maret 1999, di tengah meningkatnya berbagai persoalan sosial, khususnya HIV/AIDS. Sejak awal, klub ini diposisikan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk terlibat dalam pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat, sekaligus menumbuhkan tanggung jawab sosial di lingkungan kampus.

Pendiri sekaligus ketua pertama klub adalah Nguyen Thi Nham, mahasiswa K39 Fakultas Administrasi Bisnis. Ia mendorong terbentuknya ruang bagi mahasiswa agar tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga mengambil peran aktif dalam merespons isu-isu sosial. “Pada waktu itu, kami tidak memiliki banyak sumber daya, tetapi kami memiliki keyakinan yang sangat jelas bahwa siswa tidak dapat berdiam diri dari isu-isu sosial. Jika kami memahaminya, kami harus bersuara, kami harus bertindak, agar orang lain dapat memahami dan berubah bersama,” kata Nguyen Thi Nham dalam sebuah kesempatan mengenang masa awal klub.

Dalam perjalanannya, klub menetapkan prinsip utama: “Untuk kemajuan setiap anggota. Untuk kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.” Prinsip tersebut menjadi acuan dalam perancangan program, dengan dua tujuan yang berjalan beriringan: membantu anggota bertumbuh dalam kesadaran, keterampilan, dan tanggung jawab sosial, serta berkontribusi membangun komunitas yang lebih sehat dan menekan risiko persoalan sosial, terutama HIV/AIDS.

Setiap tahun, klub menarik ratusan mahasiswa baru dari berbagai provinsi dan kota, termasuk mahasiswa dari universitas lain. Keragaman latar belakang ini membentuk lingkungan yang dinamis untuk belajar dan berinteraksi. Para anggota baru mengikuti pelatihan komprehensif yang mencakup pencegahan HIV/AIDS, kontrasepsi, serta identifikasi dan pencegahan kejahatan sosial. Mereka juga dibekali keterampilan hidup, seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan keterampilan bertahan hidup. Seorang mahasiswa menggambarkan pengalamannya: “Awalnya, saya pikir klub ini hanya kegiatan sukarela, tetapi setelah bergabung, saya menyadari bahwa saya mempelajari begitu banyak keterampilan praktis, mulai dari berkomunikasi dengan masyarakat hingga menangani situasi sulit. Yang lebih penting, saya merasa semakin dewasa setiap hari.”

Salah satu program unggulan klub adalah kegiatan tahunan “Green Summer” yang diselenggarakan di daerah-daerah kurang mampu di wilayah Utara. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat setempat, serta memahami tantangan yang dihadapi komunitas. Di tingkat lokal, anggota klub terlibat dalam pembangunan rumah amal, membantu masyarakat memperbaiki kondisi hidup, dan mengadakan kampanye kesadaran mengenai perawatan kesehatan serta pencegahan kejahatan sosial.

Selain program berskala besar, klub juga menjalankan kegiatan sukarelawan secara rutin setiap pekan. Aktivitas tersebut meliputi dukungan bagi anak-anak kurang mampu dan anak-anak penyandang disabilitas, kegiatan di rumah sakit, hingga sanitasi lingkungan. Model kegiatan yang berkelanjutan ini menegaskan komitmen jangka panjang klub, bukan sekadar keterlibatan sesaat.

Dari sisi internal, klub mengadakan kegiatan kelompok mingguan untuk memperkuat keterhubungan antaranggota. Forum ini menjadi ruang bertukar keahlian, berbagi pengalaman, serta saling mendukung dalam studi dan kehidupan. Seiring waktu, kebersamaan tersebut membentuk ikatan yang kuat, dan klub dipandang sebagai “keluarga kedua” bagi sebagian anggotanya.

Memasuki lebih dari 27 tahun pengabdian, Klub Mahasiswa untuk Pencegahan Kejahatan Sosial & Kesadaran HIV/AIDS – Universitas Ekonomi Nasional terus mempertahankan perannya dalam pendidikan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Konsistensi berbagai program yang dijalankan disebut turut memperkuat pemahaman sosial, terutama di kalangan anak muda, sekaligus menjadi cerminan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi bagi kebaikan bersama.