Dr. Dwi Laraswati, dosen dan peneliti di Laboratorium Sosial Ekonomi Kehutanan, Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, terpilih sebagai salah satu dari 21 peserta muda dari kawasan Asia dan Pasifik dalam Start-up Workshop “Weaving Leadership for Gender Equality in Forestry-Climate Change”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh RECOFTC (Regional Community Forestry Training Center for Asia and the Pacific) dengan dukungan Pemerintah Swedia, dan berlangsung pada 1–5 September 2025 di Bangkok, Thailand.
Workshop tersebut merupakan bagian dari program pelatihan internasional yang ditujukan untuk membangun kapasitas kepemimpinan generasi muda dalam mengarusutamakan kesetaraan gender pada sektor kehutanan dan isu perubahan iklim. Selama lima hari, peserta mengikuti sesi intensif yang membahas konsep gender dan inklusi sosial, keterkaitan gender dengan kehutanan dan perubahan iklim, serta penguatan komunikasi kepemimpinan.
Rangkaian kegiatan juga mencakup latihan analisis Gender Equality and Social Inclusion (GESI) dalam aksi iklim, pembahasan kerangka kebijakan dan kelembagaan terkait gender dan iklim, serta strategi menghadapi kekerasan berbasis gender di sektor lingkungan. Peserta turut mendalami analisis risiko berbasis gender, membahas dampak perubahan iklim yang berbeda terhadap perempuan dan laki-laki, serta memetakan tantangan kepemimpinan sesuai konteks masing-masing.
Menjelang akhir kegiatan, para peserta mulai menyusun rancangan “Change Project” yang akan dikembangkan selama enam bulan berikutnya dengan pendampingan para ahli dan alumni WAVES. Proyek tersebut diarahkan sebagai langkah nyata untuk mengintegrasikan kesetaraan gender ke dalam pengelolaan kehutanan dan upaya adaptasi perubahan iklim di negara masing-masing.
Partisipasi Dr. Dwi Laraswati dalam program ini diharapkan dapat berkontribusi pada penanganan perubahan iklim (SDG 13) serta memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan global (SDG 17). Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan WAVES tersedia melalui laman resmi RECOFTC.

