Wiratama Bentuk Koordinator Daerah di 15 Wilayah, Perkuat Gerakan Sosial Berbasis Akar Rumput

Wiratama Bentuk Koordinator Daerah di 15 Wilayah, Perkuat Gerakan Sosial Berbasis Akar Rumput

JAKARTA — Organisasi masyarakat sipil Wiratama memperkuat jejaring lokal dengan membentuk jaringan koordinator daerah di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini disebut sebagai upaya untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat, memahami kebutuhan setempat, serta merespons isu-isu sosial secara lebih cepat dan tepat.

Hingga saat ini, Wiratama menyatakan telah hadir di 15 daerah, yakni Aceh, DKI Jakarta, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Bogor Raya, Cirebon, Garut, Madura, Lumajang, Jambi, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Sebaran tersebut mencerminkan upaya organisasi untuk membangun gerakan sosial berskala nasional, tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau wilayah yang kerap kurang mendapat perhatian.

Selain memperkuat struktur di lapangan melalui koordinator daerah, Wiratama juga mengandalkan media sosial sebagai sarana komunikasi. Setiap daerah yang memiliki koordinator aktif didukung kanal media sosial yang dikelola secara konsisten. Menurut organisasi, kanal digital ini digunakan untuk menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda, sekaligus membuka ruang dialog dua arah agar partisipasi masyarakat dapat terlibat lebih aktif.

Direktur Wiratama CS, Deni Gunawan, mengatakan pembentukan koordinator di berbagai wilayah menjadi peluang bagi organisasi untuk terus bertumbuh. “Dengan adanya koordinator di berbagai wilayah, Wiratama berharap dapat lebih responsif terhadap kebutuhan lokal serta mendorong lahirnya program-program yang relevan dengan kondisi masyarakat setempat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (19/05/2026).

Deni menambahkan, pengembangan media sosial di tingkat daerah diposisikan sebagai agenda strategis. Ia menekankan, media sosial tidak semata digunakan untuk publikasi, tetapi juga sebagai instrumen transparansi dan keterbukaan informasi.

Wiratama menilai keragaman wilayah yang tercakup menjadi kekuatan tersendiri karena setiap daerah memiliki konteks sosial berbeda. Perbedaan perspektif antarkoordinator diharapkan memperkaya program organisasi agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan melibatkan koordinator yang berasal dari komunitas lokal, Wiratama juga berupaya membangun kepercayaan dan menjadikan partisipasi warga sebagai fondasi keberlanjutan gerakan.

Ke depan, Wiratama menyatakan akan melengkapi struktur daerah yang belum terisi, memperkuat jejaring antarkoordinator, serta memastikan setiap elemen jaringan memiliki sarana komunikasi yang efektif. Penguatan jaringan yang dijalankan secara konsisten disebut akan menjadi dasar bagi perjalanan organisasi sebagai gerakan masyarakat sipil yang inklusif dan berdampak luas.