Waspada Hoaks Bantuan Modal Usaha: Modus Tautan Pendaftaran UMKM hingga Video Mengatasnamakan Mahfud MD

Waspada Hoaks Bantuan Modal Usaha: Modus Tautan Pendaftaran UMKM hingga Video Mengatasnamakan Mahfud MD

Tawaran bantuan modal usaha kerap muncul di tengah kebutuhan masyarakat akan dukungan finansial. Namun, berbagai informasi semacam itu juga sering dimanfaatkan penipu dengan menyebarkan hoaks yang menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Modusnya beragam, mulai dari penyebaran informasi palsu melalui media sosial, situs web fiktif, hingga panggilan telepon yang mengatasnamakan lembaga resmi. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memverifikasi setiap informasi yang diterima agar terhindar dari kerugian.

Berikut sejumlah contoh hoaks bantuan modal usaha yang perlu diwaspadai berdasarkan temuan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Klaim tautan pendaftaran bantuan modal usaha UMKM

Sebuah unggahan di Facebook pada 10 Januari 2026 memuat klaim tentang tautan pendaftaran bantuan modal usaha untuk UMKM. Informasi itu disebarkan dalam bentuk video reels dengan teks yang menyebut “cara daftar UMKM 2025–2026” dan menjanjikan bantuan “Rp 5 juta langsung cair” hanya dengan KTP, serta tanpa harus mendaftar BPUM BRI.

Unggahan tersebut juga disertai keterangan yang mengajak masyarakat yang membutuhkan dana bantuan modal usaha untuk segera mendaftar. Di dalamnya terdapat tautan yang mengarahkan pengguna untuk bergabung ke grup WhatsApp sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan.

Klaim video Mahfud MD membagikan bantuan modal usaha dari uang sitaan korupsi

Selain itu, beredar pula unggahan video di media sosial yang mengklaim Mahfud MD akan membagikan bantuan modal usaha hingga Rp 100 juta dari uang hasil sitaan korupsi. Salah satu unggahan ditemukan di Facebook pada 3 Januari 2025.

Video tersebut disertai narasi yang menyebutnya sebagai bantuan sosial dari pemerintah untuk membuka usaha baru. Klaim ini kemudian menjadi bagian dari penelusuran fakta untuk memastikan kebenarannya.

Masyarakat disarankan tidak mudah percaya pada informasi bantuan modal usaha yang beredar di media sosial, terutama yang meminta bergabung ke grup tertentu atau menyertakan janji pencairan cepat. Verifikasi melalui kanal resmi diperlukan sebelum mengikuti instruksi apa pun.