Waspada Hoaks Bansos: Tautan Pendaftaran, Cek Status PKH-BPNT, hingga Video Mengatasnamakan Menkeu

Waspada Hoaks Bansos: Tautan Pendaftaran, Cek Status PKH-BPNT, hingga Video Mengatasnamakan Menkeu

Penipuan bermodus hoaks bantuan sosial (bansos) masih menjadi ancaman bagi masyarakat. Pelaku memanfaatkan kebutuhan dan harapan warga terhadap bantuan pemerintah, lalu menyebarkan informasi menyesatkan melalui tautan palsu, formulir pengumpulan data, hingga konten yang mengatasnamakan pejabat atau lembaga resmi.

Hoaks semacam ini kerap beredar di media sosial dan pesan berantai dengan tampilan yang dibuat meyakinkan. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, memahami pola penipuan yang digunakan, serta melakukan verifikasi sebelum mengklik tautan atau menyerahkan data pribadi.

Berikut beberapa contoh hoaks terkait bansos yang ditemukan dalam penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

1) Klaim tautan pendaftaran “bansos digital” sampai pertengahan 2026

Sebuah unggahan akun Facebook pada 28 Februari 2026 memuat klaim adanya pendaftaran “bansos digital” yang disebut cair sebesar Rp1.500.000 untuk periode awal 2026 hingga pertengahan tahun. Unggahan itu menyertakan ajakan mendaftar melalui menu “daftar” yang mengarah ke tautan register-sekarang.com.

Tautan tersebut membawa pengguna ke halaman berisi formulir digital yang meminta data seperti nama lengkap dan nomor Telegram. Pola ini perlu diwaspadai karena kerap digunakan untuk mengumpulkan data pribadi melalui situs yang tidak jelas.

2) Hoaks tautan cek status bansos PKH dan BPNT

Hoaks lain ditemukan dari unggahan Facebook sejak 29 Januari 2026 yang mengajak warganet mengecek status bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Unggahan disertai poster yang mencantumkan narasi penyaluran “PKH-BPNT Tahap 3”, dengan rincian PKH Rp2.700.000 dan BPNT Rp600.000.

Di dalam unggahan terdapat menu “daftar” yang ketika diklik mengarah ke situs dengan formulir digital. Formulir tersebut meminta data pribadi, termasuk nama dan nomor Telegram. Masyarakat disarankan berhati-hati terhadap tautan semacam ini, terutama yang meminta informasi pribadi melalui jalur yang tidak resmi.

3) Video hoaks mengatasnamakan Menkeu Purbaya soal dana bansos UMKM

Selain tautan, hoaks juga muncul dalam bentuk video. Pada 31 Januari 2026, sebuah akun Facebook mengunggah video dengan klaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan dana bantuan bansos untuk UMKM. Video menampilkan sosok Purbaya mengenakan jas hitam dan dasi biru muda, disertai logo Inews serta narasi ajakan yang bernuansa emosional.

Unggahan tersebut juga menyertakan tautan “kirim pesan” yang mengarah ke percakapan di Facebook. Pola pengalihan ke pesan pribadi seperti ini patut diwaspadai karena sering digunakan untuk melanjutkan penipuan secara langsung kepada calon korban.

Maraknya hoaks bansos menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah tergiur oleh klaim bantuan, menghindari mengisi formulir dari tautan yang tidak jelas, serta memastikan informasi berasal dari kanal resmi sebelum mengambil tindakan.