Wamen Ekraf: Pertunjukan Musikal Bisa Dorong Ekonomi Kreatif Sekaligus Advokasi Isu Sosial

Wamen Ekraf: Pertunjukan Musikal Bisa Dorong Ekonomi Kreatif Sekaligus Advokasi Isu Sosial

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai pertunjukan musikal dapat menjadi medium untuk mengadvokasi isu sosial sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga mampu menyuarakan persoalan penting dan membuka peluang ekonomi bagi para pelakunya.

Dalam keterangannya terkait pertunjukan musikal Perempuan Punya Cerita, Irene menyebut seni pertunjukan sebagai bagian penting dari ekonomi kreatif karena dapat menggerakkan emosi penonton, membawa pesan sosial, dan menghadirkan nilai budaya serta ekonomi. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pelaku seni yang berani mengangkat isu perempuan melalui karya kreatif.

Irene menyoroti relevansi dua cerita yang ditampilkan dalam pertunjukan tersebut dengan realitas sosial. Ia menilai pertunjukan itu dapat meningkatkan kewaspadaan, terutama di kalangan anak muda, sekaligus mendorong orang tua dan guru agar lebih peka terhadap fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar.

Selain memuat pesan sosial, pertunjukan ini juga dinilai menawarkan inovasi artistik, salah satunya melalui segmen musikal horor. Irene memandang pertunjukan musikal dapat diisi dengan pesan yang kuat sehingga berpotensi menjadi gerakan yang membawa perubahan positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong karya yang bernilai artistik dan relevan dengan isu sosial.

Kehadiran pemerintah melalui Irene juga menegaskan dukungan terhadap subsektor seni pertunjukan sebagai salah satu motor dalam ekosistem ekonomi kreatif. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara komunitas seni, pemerintah, dan masyarakat agar seni pertunjukan terus berkembang serta memberi dampak ekonomi dan sosial.

Perempuan Punya Cerita mengangkat kisah Anya, siswi remaja korban perundungan, dan Jami, seorang ibu tunggal yang berjuang menghadapi tekanan ekonomi dan sosial. Pertunjukan ini disutradarai Ara Ajisiwi dengan penampilan Nala Amrytha, Gerry Gerardo, Gabriel Harvianto, Uli Herdi, dan Tan Hadian.