Wakil Ketua MPR mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif. Dorongan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan anak muda dalam menciptakan lingkungan belajar yang dapat diakses dan memberi kesempatan yang setara bagi semua.
Dalam pernyataannya, Waka MPR menyoroti bahwa penguatan pendidikan inklusif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kontribusi generasi muda. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui partisipasi dalam kegiatan sosial, dukungan terhadap komunitas pendidikan, serta inisiatif yang memperluas akses dan kualitas pembelajaran.
Ajakan ini sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem pendidikan yang tidak diskriminatif dan lebih responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Waka MPR menilai keterlibatan generasi muda dapat menjadi salah satu penggerak dalam mempercepat terwujudnya pendidikan yang lebih merata.

