Wabup Belu Minta Dana Desa Difokuskan untuk Pemberdayaan dan Penurunan Kemiskinan

Wabup Belu Minta Dana Desa Difokuskan untuk Pemberdayaan dan Penurunan Kemiskinan

Pemerintah Kabupaten Belu menggelar rapat kerja Bupati dan Wakil Bupati bersama para kepala desa definitif yang sebelumnya menjabat sebagai penjabat kepala desa. Kegiatan itu berlangsung di Aula Gedung Wanita Betelalenok, Atambua, Selasa (20/1/2026).

Rapat tersebut disebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi pembangunan desa, terutama dalam upaya menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Belu.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Belu Vicente Hornai Gonsalves menegaskan penurunan alokasi Dana Desa tidak boleh melemahkan semangat pemerintah desa dalam membangun dan memberdayakan masyarakat. Menurutnya, kondisi itu justru harus mendorong penggunaan anggaran yang tersedia secara maksimal dan tepat sasaran.

Vicente juga meminta pembangunan desa difokuskan sesuai potensi unggulan masing-masing wilayah. Desa dengan potensi pertanian, kata dia, perlu memprioritaskan pengembangan sektor pertanian melalui program seperti irigasi, sumur bor, atau embung. Sementara desa yang memiliki potensi peternakan diharapkan mengarahkan anggaran pada penguatan sektor tersebut.

Ia mengingatkan agar Dana Desa digunakan sesuai tujuan utamanya, yakni pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Vicente menilai, apabila tidak dikelola dengan baik, Dana Desa yang telah berjalan lebih dari 10 tahun tidak akan memberikan dampak signifikan bagi kehidupan warga.

Pada kesempatan itu, Vicente turut menyoroti kondisi kemiskinan di Kabupaten Belu. Dari sekitar 66.000 kepala keluarga, tercatat kurang lebih 27.000 kepala keluarga masuk kategori miskin, atau hampir setengah dari total jumlah kepala keluarga.

Ia menekankan pentingnya memastikan data kemiskinan benar dan valid agar intervensi pemerintah tepat sasaran. Menurutnya, data yang tidak akurat berisiko membuat bantuan tidak efektif sekaligus menumbuhkan ketergantungan masyarakat.

Karena itu, Vicente meminta seluruh kepala desa melakukan pendataan ulang kemiskinan ekstrem. Ia memberi waktu tujuh hari ke depan agar pemerintah daerah memperoleh data riil kondisi masyarakat di setiap desa.

Vicente juga mengingatkan target nasional untuk menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol, sehingga pemerintah desa dan pemerintah daerah perlu bergerak bersama mencapai tujuan tersebut. Menutup sambutannya, ia menekankan pentingnya memahami persoalan warga sebelum melakukan intervensi, seraya menyampaikan pesan moral yang menjadi pegangan dalam pelayanan publik: mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat.