Video Klaim Pembom B-2 AS Dijatuhkan Iran Terindikasi Rekayasa AI

Video Klaim Pembom B-2 AS Dijatuhkan Iran Terindikasi Rekayasa AI

Sebuah video yang diklaim memperlihatkan pesawat pembom Amerika Serikat jenis B-2 dijatuhkan oleh Iran beredar di media sosial, termasuk Instagram dan X, pada 8 Maret 2026. Dalam unggahan itu, terlihat badan pesawat diarak menggunakan truk besar melintasi jalanan kota. Pada potongan lain, pesawat tampak jatuh di kawasan perbukitan.

Narasi yang menyertai video menyebut tiga awak pesawat berhasil ditangkap pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berseragam hijau. Konten tersebut ramai dibagikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Teheran dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Berdasarkan hasil verifikasi Tempo melalui analisis visual dan perbandingan dengan pemberitaan dari sumber kredibel, video tersebut dinyatakan tidak didukung bukti faktual dan terindikasi dibuat menggunakan teknologi akal imitasi (AI).

Penelusuran melalui mesin pencari Google tidak menemukan laporan kredibel yang mengonfirmasi klaim jatuhnya pesawat pembom B-2 milik Amerika Serikat akibat ditembak pasukan Iran. Pencarian gambar terbalik (reverse image search) juga tidak menemukan pemberitaan media maupun rilis resmi pemerintah terkait peristiwa yang diklaim dalam video tersebut.

Otoritas Amerika Serikat, menurut Tempo, hanya merilis ungkapan duka cita atas gugurnya enam personel dalam Operasi Epic Fury melalui akun Instagram @Whitehouse pada 7 Maret 2026. Sementara itu, sepekan sebelumnya, armada pengebom siluman B-2 memang tercatat menggempur fasilitas rudal Iran dengan bom seberat 2.000 pon, namun tidak ada laporan kehilangan armada udara.

Tempo juga menyoroti sejumlah kejanggalan visual pada konten yang beredar. Tiga orang yang disebut sebagai awak pesawat tampak tidak menunjukkan luka, meski narasi menyatakan pesawat ditembak jatuh. Selain itu, salah satu adegan memperlihatkan anomali pada tawanan yang diikat ke belakang, karena tubuh dan tangan tampak menyatu dengan tawanan lain.

Temuan tersebut diperkuat pemindaian menggunakan alat deteksi akal imitasi Hive Moderation yang mencatat probabilitas 99,9 persen bahwa konten memuat elemen AI. Hasil serupa juga muncul pada pemeriksaan terhadap versi video, yang dinilai 99,9 persen buatan AI.

Adapun terkait penggunaan B-2 dalam operasi militer, situs Air and Space Forces melaporkan pesawat pembom B-2 digunakan untuk menyerang Iran dan diberangkatkan dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman, Missouri.