UNICEF Indonesia resmi menunjuk Cinta Laura Kiehl sebagai Duta Nasional baru. Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara bersama media di Perpustakaan Nasional RI. Penunjukan ini menegaskan peran figur publik dalam menggerakkan dukungan serta memperjuangkan hak dan kesejahteraan anak di seluruh Indonesia.
UNICEF menilai Cinta Laura memiliki komitmen jangka panjang terhadap isu sosial, terutama yang berdampak pada anak-anak dan kaum muda. Sebelum ditunjuk sebagai Duta Nasional, ia telah mendukung sejumlah inisiatif UNICEF, termasuk kampanye pencegahan perkawinan usia anak dan pemenuhan hak atas pendidikan.
Dengan jangkauan publik yang luas, Cinta Laura menyatakan tekad untuk menjadikan isu anak sebagai bagian dari percakapan sehari-hari sekaligus memperkuat suara anak-anak dan kaum muda di Indonesia.
Pada akhir 2025, Cinta Laura bersama UNICEF mengunjungi Asmat, Papua. Dalam kunjungan tersebut, ia menyaksikan langsung tantangan yang dihadapi anak-anak dan keluarga di komunitas terpencil, serta upaya berkelanjutan untuk mengatasinya. Kunjungan itu juga memperlihatkan kerja sama UNICEF dengan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat layanan esensial bagi anak, seperti kesehatan, gizi, pendidikan, hingga perlindungan anak.
“Buat aku, penunjukan sebagai Duta Nasional UNICEF Indonesia ini adalah tanggung jawab moral yang sangat personal. Aku selalu percaya bahwa potensi itu tersebar rata, tapi sayang, kesempatannya sering kali tidak,” kata Cinta Laura, dikutip dari siaran pers UNICEF Indonesia yang diterima Tirto pada Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, pengalaman di Asmat memperkuat pandangannya mengenai pentingnya pemenuhan hak dasar anak. “Saat aku turun ke Asmat, Papua, aku melihat sendiri betapa cerdas dan tangguhnya anak-anak di sana, meskipun fasilitas mereka sangat terbatas. Momen itu menampar sekaligus membakar semangat aku untuk memastikan hak fundamental mereka terpenuhi: hak untuk tumbuh aman, sehat, dan penuh kasih. Bersama UNICEF, kita harus mempercepat langkah untuk menutup celah ini. Kita perlu membangun ekosistem di mana setiap anak punya garis start yang sama, sehingga tidak ada satu pun anak yang tertinggal dari masa depan yang layak mereka dapatkan,” ujar Cinta.
Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman, menyambut bergabungnya Cinta Laura sebagai bagian dari keluarga besar Duta UNICEF global. Menurutnya, figur publik memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran mengenai isu hak anak dengan cara yang mudah diterima masyarakat, sekaligus menginspirasi keterlibatan publik.
“Figur publik berperan penting untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu terkait hak anak dengan cara yang mudah diterima oleh masyarakat. Mereka memiliki kemampuan untuk menginspirasi masyarakat untuk turut serta menjadi pembela hak-hak anak,” kata Maniza.
Ia juga menyampaikan harapan terhadap kemitraan tersebut. “Cinta membawa ketulusan, rasa ingin tahu, dan keinginan nyata untuk terlibat dengan realita kehidupan anak. UNICEF menantikan kemitraan yang bermakna dengan Duta Nasional baru kami, agar bersama-sama kita dapat menyoroti tantangan, kemajuan, dan solusi yang diperlukan demi terwujudnya hak setiap anak,” ujarnya.
Dalam peran barunya, Cinta Laura akan mendukung advokasi UNICEF Indonesia dengan meningkatkan kesadaran mengenai isu-isu utama hak anak, termasuk pendidikan, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, dan aksi iklim. UNICEF menyebut suaranya diharapkan dapat mendorong aksi kolektif untuk menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan adil bagi setiap anak.
Penunjukan ini dilakukan menjelang peringatan 80 tahun UNICEF secara global pada Desember 2026, yang disebut menegaskan komitmen jangka panjang organisasi tersebut dalam melindungi dan memperjuangkan hak setiap anak.
UNICEF memiliki sejarah panjang bekerja sama dengan figur berpengaruh untuk mendukung advokasi hak anak, dimulai pada 1954 ketika aktor Danny Kaye ditunjuk sebagai Goodwill Ambassador pertama. Sejumlah nama lain yang pernah menjadi Goodwill Ambassador antara lain Audrey Hepburn, Sir Roger Moore, Jackie Chan, Sir David Beckham, dan Leo Messi.
Di Indonesia, UNICEF pernah menunjuk Ferry Salim sebagai Duta Nasional pertama pada 2004 dan peran tersebut masih diembannya hingga kini. Selain Duta Nasional, UNICEF Indonesia juga bekerja sama dengan Champions dan Friends of UNICEF dari beragam bidang, termasuk seni, musik, film, kedokteran, gizi, olahraga, dan kreasi konten, untuk memperkuat upaya yang dijalankan bersama Pemerintah Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

