Tim Penggerak PKK Kabupaten Katingan menegaskan pentingnya penguatan peran kader PKK sebagai garda terdepan untuk menekan angka stunting sekaligus membantu penanganan berbagai persoalan sosial di tingkat keluarga. Penegasan itu disampaikan Ketua TP-PKK Kabupaten Katingan Ny. Sumiati Saiful dalam kegiatan Pembinaan Sepuluh Program Pokok PKK di Aula Kecamatan Sanaman Mantikei, Rabu (11/2/2026).
Didampingi Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Ny. Tri Windarti Firdaus, Ny. Sumiati menyebut stunting masih menjadi pekerjaan rumah bersama yang membutuhkan pendekatan langsung ke keluarga. Menurut dia, kader PKK memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita.
Ia menekankan peran PKK dalam edukasi pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, perbaikan sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu. “PKK berada di garis depan dalam edukasi pola asuh, pemenuhan gizi seimbang, sanitasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui Posyandu. Jika ini dijalankan secara konsisten, maka upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Selain stunting, Ny. Sumiati juga menyoroti tantangan sosial yang dinilai meningkat di masyarakat, seperti pernikahan usia anak, penyalahgunaan narkoba, hingga judi online. Ia menilai, Sepuluh Program Pokok PKK dapat menjadi instrumen untuk memperkuat ketahanan keluarga, membangun karakter, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat mulai dari tingkat desa.
“Program PKK bukan sekadar rutinitas. Ini adalah gerakan nyata yang menyentuh langsung kehidupan keluarga. Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat,” kata Ny. Sumiati.
Dalam pembinaan tersebut, TP-PKK Kabupaten Katingan mendorong peningkatan kapasitas kader melalui penguatan peran masing-masing kelompok kerja (Pokja). Materi yang didorong antara lain pencegahan pernikahan usia anak dan narkoba, peningkatan literasi dan ekonomi keluarga, pemanfaatan lahan pekarangan untuk ketahanan pangan, serta pemenuhan gizi anak melalui makanan tambahan pendamping ASI.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Katingan Ponny Natalia yang hadir dalam kegiatan itu menyatakan dukungan terhadap penguatan peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan desa dan kecamatan. Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program PKK berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Sementara itu, Camat Sanaman Mantikei menyampaikan penguatan kapasitas kader PKK dinilai relevan dengan kondisi di lapangan, terutama untuk pendampingan keluarga rentan dan pencegahan stunting. Pemerintah kecamatan, menurutnya, siap memfasilitasi koordinasi lintas sektor agar program PKK terintegrasi dengan program pemerintah daerah.
Sebagai tindak lanjut, kegiatan pembinaan tidak hanya berupa pemaparan materi, tetapi dilanjutkan dengan praktik Pokja agar pemahaman kader dapat diterjemahkan menjadi aksi di desa dan kelurahan. Melalui penguatan peran kader ini, Pemerintah Kabupaten Katingan berharap upaya pencegahan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Sanaman Mantikei dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

