Sebuah tautan yang diklaim sebagai pendaftaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) 2026 senilai Rp900 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos) viral di media sosial. Tautan tersebut beredar di sejumlah platform dan ditulis seolah-olah berasal dari fitur pendaftaran resmi pemerintah, sehingga memicu banyak pengguna untuk mengklik dan membagikannya.
Salah satu unggahan yang beredar berasal dari akun Facebook “Info Berita Terkini” pada Rabu (7/1/2026) dengan narasi, “Silahkan cek dan hak anda sekarang!” Hingga Jumat (9/1/2026), unggahan itu tercatat memperoleh 159 tanda suka, 22 komentar, dan dibagikan ulang satu kali.
Namun, klaim mengenai tautan pendaftaran bantuan PKH 2026 tersebut dipastikan tidak benar. Hasil penelusuran menyimpulkan bahwa Kemensos RI tidak pernah merilis tautan pendaftaran bantuan PKH 2026 sebagaimana yang beredar.
Penelusuran juga menegaskan bahwa portal resmi bantuan sosial pemerintah umumnya berada pada domain berakhiran .go.id atau melalui kanal resmi yang ditetapkan. Sementara itu, tautan yang viral disebut bukan berasal dari domain resmi pemerintah, melainkan domain pihak ketiga yang tidak terverifikasi.
Selain itu, pola semacam ini kerap digunakan dalam modus penipuan atau phishing, yakni upaya mengumpulkan data pribadi pengunjung melalui situs yang dibuat menyerupai layanan resmi. Karena itu, masyarakat diimbau berhati-hati sebelum mengklik tautan dan memasukkan data pribadi.
Program Keluarga Harapan (PKH) sendiri memiliki mekanisme penyaluran yang terverifikasi melalui sistem Kemensos dan lembaga terkait, bukan melalui tautan pendaftaran bebas seperti yang diklaim dalam unggahan tersebut. Dengan demikian, klaim bahwa tautan itu merupakan pendaftaran bantuan PKH 2026 dinyatakan hoaks dan berbahaya jika diikuti.

