Sebuah survei yang disebut berasal dari Universitas Indonesia (UI) menyatakan bahwa agama menjadi varian penyumbang terbesar terjadinya polarisasi. Temuan ini disampaikan dalam judul berita yang beredar, namun rincian hasil survei, metodologi, periode pelaksanaan, serta konteks polarisasi yang dimaksud tidak tercantum dalam materi yang tersedia.
Dalam data yang diterima, tidak ada keterangan tambahan mengenai ukuran sampel, wilayah cakupan, indikator pengukuran polarisasi, maupun perbandingan dengan variabel lain yang disebut dalam survei tersebut. Informasi yang tersedia juga tidak memuat kutipan narasumber, penjelasan peneliti, atau dokumen rilis resmi yang dapat memperjelas substansi temuan.
Karena keterbatasan data, artikel ini hanya dapat memuat pokok informasi sebagaimana tercermin pada judul asli: survei UI menyebut agama sebagai faktor paling besar yang berkontribusi terhadap polarisasi. Pembaruan atau penjelasan lebih lanjut diperlukan untuk menyajikan gambaran yang lebih lengkap dan terverifikasi.

