Survei Median: 50,4% Responden Medsos Menolak Indonesia Bergabung dalam Board of Peace

Survei Median: 50,4% Responden Medsos Menolak Indonesia Bergabung dalam Board of Peace

Survei Media Survei Nasional (Median) mencatat, 50,4 persen pengguna media sosial menyatakan tidak setuju jika Indonesia bergabung dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sementara itu, 34,8 persen responden menyatakan setuju dan 14,8 persen menjawab tidak tahu atau tidak menjawab.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengatakan tingkat penolakan tersebut berkaitan dengan persepsi publik mengenai keberpihakan forum internasional itu. Dalam pemaparan hasil survei secara daring pada Senin (23/2/2026), Rico menyebut salah satu temuan penting adalah pandangan responden tentang potensi dominasi negara tertentu dalam BoP.

Dalam survei itu, 67,7 persen responden menyatakan setuju bahwa Board of Peace lebih menguntungkan Amerika Serikat dan Israel dibanding Palestina. Di sisi lain, 55,7 persen responden menyatakan percaya pemerintah Indonesia tetap konsisten membela Palestina, sedangkan 31,7 persen menyatakan tidak percaya.

Rico menilai pemerintah masih memiliki “modal sosial” untuk melakukan penyesuaian atau perbaikan terkait situasi tersebut. Namun, survei juga mencatat adanya kekhawatiran publik terhadap dampak keanggotaan Indonesia di BoP. Sebanyak 66,2 persen responden menyatakan khawatir keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace dapat melemahkan konsistensi dukungan terhadap Palestina.

Terkait alasan penolakan, Rico menjelaskan sebagian responden menilai forum tersebut merupakan bagian dari kepentingan geopolitik tertentu. Alasan tertinggi penolakan muncul karena BoP dipersepsikan sebagai upaya Amerika Serikat dan Israel untuk menguasai Gaza serta Palestina yang dinilai belum merdeka.

Board of Peace sebelumnya disebut sebagai forum internasional yang bertujuan mendorong resolusi konflik antara Palestina dan Israel. Pemerintah Indonesia menyatakan komitmen untuk berkontribusi dalam forum tersebut, termasuk melalui pengiriman pasukan perdamaian dan dukungan finansial.

Survei Median dilakukan pada 10–14 Februari 2026 melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form kepada 1.200 pengguna aktif media sosial berusia 17–60 tahun di seluruh Indonesia. Temuan ini menunjukkan isu politik luar negeri, khususnya terkait konflik Palestina–Israel, menjadi perhatian serius publik.