Publik di berbagai negara kian diliputi kekhawatiran terhadap sejumlah isu yang dinilai mengancam kehidupan sehari-hari. Kekhawatiran tersebut mencakup persoalan keamanan, tekanan ekonomi, hingga isu sosial dan lingkungan yang dinilai menambah ketidakpastian di banyak tempat.
Lembaga riset asal Prancis, Ipsos, merilis survei bertajuk What Worries The World-January 2026 pada 29 Januari 2026. Survei ini melibatkan 25.270 responden berusia 16–74 tahun dari 30 negara, dengan pengumpulan data dilakukan pada 24 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026. Tujuannya untuk memetakan isu yang paling dikhawatirkan masyarakat dunia.
Hasil survei menunjukkan, kejahatan dan kekerasan menjadi kekhawatiran terbesar secara global dengan rata-rata 32%. Di posisi berikutnya, inflasi menempati peringkat kedua dengan 29%.
Kemiskinan dan kesenjangan sosial berada di urutan selanjutnya dengan 28%. Di Indonesia, isu kemiskinan masih menjadi tantangan meski jumlah penduduk miskin disebut mengalami penurunan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebanyak 23,36 juta orang, turun sekitar 490 ribu orang dibandingkan Maret 2025. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (5/2/2026).
Isu lain yang juga banyak dikhawatirkan adalah pengangguran dengan persentase 27%. BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) Indonesia pada November 2025 mencapai 4,74% dengan jumlah pengangguran lebih dari 7 juta orang. Kekhawatiran terkait pengangguran turut meningkat seiring proyeksi International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan tingkat pengangguran di Indonesia pada 2026 naik menjadi 5,1%. Proyeksi tersebut dikaitkan dengan perlambatan ekonomi global, dinamika sektor manufaktur, serta penyesuaian pelaku usaha terhadap digitalisasi dan otomatisasi.
Korupsi politik atau finansial juga masuk daftar kekhawatiran utama dengan rata-rata 27%. Di Indonesia, persoalan korupsi masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data di laman Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), terdapat 68 informasi terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berasal dari korupsi sepanjang 2025, dengan nominal transaksi mencapai Rp180,87 triliun.
Selain itu, perawatan kesehatan menjadi kekhawatiran dengan persentase 24%, disusul isu pajak sebesar 18%. Ipsos juga mencatat kekhawatiran publik terhadap kontrol imigrasi (17%), pendidikan (14%), serta perubahan iklim (14%).

