Slank resmi merilis album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa pada Jumat (5/6). Album ini hadir setelah band tersebut lebih dulu memperkenalkan dua single kepada publik, yakni “Republik Fufufafa” dan “12 Persen”.
Peluncuran album digelar melalui konferensi pers di Potlot, markas besar Slank. Seluruh personel hadir dalam acara tersebut, yaitu Kaka, Bimbim, Ivanka, Abdee, dan Ridho.
Sejumlah elemen unik mewarnai peluncuran. Saat tiba di lokasi, para personel tampil mengenakan topeng bergambar wajah monyet. Area Potlot juga ditata berbeda dengan dekorasi berupa potongan-potongan berita dari media massa yang menghiasi lokasi acara.
Dalam kesempatan yang sama, Slank turut memperkenalkan video musik terbaru untuk lagu “Rusak Ancur”. Video yang digarap oleh Bayu itu disebut menjadi karya pertama Slank yang memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses produksinya.
Menanggapi penggunaan AI, Bimbim menyebut teknologi tersebut sebagai alat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas. Ia menegaskan Slank tidak takut pada perubahan maupun perkembangan teknologi, dan memilih menggunakan teknologi itu sebaik mungkin.
Sementara itu, Kaka menjelaskan bahwa sebagian besar materi dalam album Republik Fufufafa lahir dari isu-isu yang tengah menjadi perhatian publik dan banyak diberitakan media massa. Menurutnya, lagu-lagu dalam album tersebut banyak berangkat dari berita yang beredar, bukan dibuat tanpa dasar.
Di tengah berbagai tanggapan publik terhadap karya terbaru mereka, Bimbim juga menanggapi anggapan bahwa Slank telah berubah dari jalur perjuangannya. Ia menegaskan band yang telah berdiri selama puluhan tahun itu tetap berjalan dengan ideologi dan cita-cita yang sama.
Dari sisi musikalitas, Republik Fufufafa disebut menawarkan eksplorasi yang lebih beragam dibanding karya-karya sebelumnya. Album ini memadukan sejumlah warna musik, mulai dari rock alternatif hingga rock n’ roll, dengan lirik yang tetap mempertahankan gaya khas Slank yang lugas dan sederhana, namun sarat pesan.