Serikat buruh di Vietnam mulai mendorong modernisasi kerja organisasi melalui transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk menjawab tantangan baru di dunia ketenagakerjaan. Arah tersebut sejalan dengan semangat yang disampaikan Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden To Lam pada Kongres Serikat Buruh Vietnam ke-14 periode 2026–2031, yang menekankan pentingnya modernisasi dan digitalisasi organisasi serikat buruh.
Di Kota Ho Chi Minh—wilayah dengan pengelolaan tenaga kerja terbesar di negara itu—transformasi digital disebut sebagai kebutuhan wajib pada fase baru. Serikat Pekerja Kota Ho Chi Minh tercatat membawahi lebih dari 23.000 serikat pekerja akar rumput, lebih dari 2,4 juta anggota serikat, serta hampir 7,2 juta pekerja dan karyawan.
Ketua Federasi Buruh Kota Ho Chi Minh, Bui Thanh Nhan, menilai perubahan model ketenagakerjaan dan dampak kuat AI membuat metode pengelolaan tradisional semakin sulit memenuhi tuntutan akurasi, kecepatan, dan ketepatan waktu, terutama untuk mengelola jumlah tenaga kerja yang besar.
Untuk merespons kondisi itu, serikat pekerja tingkat kota memfokuskan langkah pada pembangunan sistem basis data keanggotaan yang tersinkronisasi, digitalisasi menyeluruh kegiatan manajemen di tingkat akar rumput, serta pemaksimalan platform daring guna menangkap kekhawatiran anggota dan memberikan dukungan secara cepat.
Dalam periode mendatang, Serikat Buruh Kota Ho Chi Minh menargetkan penguatan penerapan AI untuk membantu konsultasi hukum ketenagakerjaan, mempercepat jawaban atas pertanyaan kebijakan jaminan sosial, serta melakukan analisis data mendalam guna memprediksi hubungan kerja. Perangkat digital ini diharapkan dapat mendekatkan pejabat serikat dengan basis pekerja, mempercepat proses kerja, dan memperluas interaksi dengan pekerja dalam berbagai situasi.
Perubahan menuju pendekatan yang lebih modern, profesional, dan substantif itu disebut bertujuan memperkuat perlindungan hak dan kepentingan sah pekerja melalui dialog dan perundingan kolektif. Orientasinya adalah memastikan setiap kegiatan serikat menghasilkan manfaat nyata agar tidak ada yang tertinggal dalam era baru.
Selain agenda digitalisasi, sejumlah delegasi juga menyoroti kebutuhan mendesak pekerja yang berkaitan dengan stabilitas kerja, pendapatan, dan kesejahteraan. Ketua Federasi Buruh Provinsi Son La, Soi Ngoc Cuong, menyampaikan bahwa pekerja saat ini paling menginginkan pekerjaan yang stabil, peningkatan pendapatan berkelanjutan, serta peningkatan kesejahteraan spiritual.
Dalam konteks itu, ia menekankan pentingnya perhatian pada perundingan kolektif untuk melindungi hak-hak pekerja dengan lebih baik. Perwakilan Serikat Pekerja Provinsi Son La juga menyatakan dukungan kuat mayoritas pekerja terhadap usulan pengurangan tarif iuran serikat dari 1% menjadi 0,5% dari gaji yang menjadi dasar iuran jaminan sosial dalam rancangan amandemen dan tambahan Piagam Serikat Pekerja Vietnam. Usulan tersebut dinilai praktis dan dapat meringankan tekanan ekonomi pekerja.
Isu perumahan turut mengemuka. Delegasi Le Thi Xoan, Ketua Serikat Pekerja Perusahaan Sumber Daya dan Lingkungan Selatan Terbatas, menyebut perumahan sosial sebagai kendala paling mendesak yang perlu segera ditangani, terutama bagi pekerja muda. Ia menilai kebutuhan akan hunian yang stabil tinggi, terlebih bagi pekerja dengan karakter pekerjaan yang sering menuntut perjalanan dan aktivitas luar ruang di wilayah terpencil.
Sejumlah anggota serikat menyatakan harapan agar Konfederasi Umum Buruh Vietnam bersama kementerian dan lembaga terkait segera menerapkan program perumahan sosial serta skema sewa-beli bagi pekerja secara efektif, dengan harga dan lokasi yang sesuai untuk kelompok sasaran. Mereka menilai pemenuhan kebutuhan dasar seperti perumahan dan kesejahteraan melalui langkah nyata akan memperkuat kepercayaan pekerja dan mendorong keterlibatan sukarela dalam organisasi serikat.
Dalam pesannya, Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden To Lam menegaskan negara membutuhkan kelas pekerja yang lebih modern, cakap, dan kreatif. Ia juga menyatakan pekerja membutuhkan serikat buruh yang lebih dekat, lebih praktis, dan lebih kuat, serta menekankan pentingnya kontribusi yang lebih besar dari puluhan juta anggota serikat, buruh, pegawai negeri, dan pekerja di seluruh negeri bagi pembangunan nasional.
To Lam menyampaikan keyakinan bahwa dengan tradisi kelas pekerja Vietnam, keberanian, kecerdasan, solidaritas, dan aspirasi para pekerja, serta tekad berinovasi dari organisasi serikat buruh, Kongres Nasional Serikat Buruh Vietnam ke-14 akan membuka tahap perkembangan baru yang lebih kuat, lebih substantif, dan lebih efektif.