PROTES JILBAB DI IRAN DAN KONGRES ULAMA PEREMPUAN

Iran atas nama hukum Islam mewajibkan wanita memakai jilbab.

Di tahun yang sama, Arab Saudi, atas nama hukum Islam, membolehkan perempuan tak memakai jilbab.

Agama yang sama, kitab suci yang sama, melahirkan tafsir yang bertolak belakang.

Perempuan di Iran pun kini bergolak, menuntut hak perempuan menentukan cara berpakaian yang sopan menurutnya sendiri.

Ulama yang sama sama mencintai agamanya berbeda pandangan mengenai wajib atau tidak jilbab.

Inilah dunia agama. Sejak Nabi wafat tak ada lagi otoritas tunggal agama. Yang tersisa hanyalah pertarungan tafsir saja. Dan semua tak bisa mengecek ke Tuhan atau ke Nabi mana tafsir yang benar.

Akibatnya, semua tafsir itu akan hidup atau tidak tergantung dari banyak sedikitnya komunitas yang meyakini tafsir.

Lalu mengapa kita tak memilih tafsir yang pro pada keadilan perempuan?

Kongres Ulama Perempuan Indonesia diharap lebih banyak mengeluarkan fatwa yang pro pada emansipasi perempuan.

Orasi Denny JA ke 191: 👇

https://youtu.be/spCyXUn99ps

👆

# Dari Webinar Perkumpulan Penulis Indonesia Satupena ke 65, setiap kamis malam