Rektor Universitas Jambi (UNJA) Prof. Helmi meninjau langsung kondisi pendidikan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang dalam misi kemanusiaan yang digelar pada 24 Januari 2025. Kunjungan lapangan itu disebutnya membuka pandangan baru tentang besarnya dampak bencana, terutama terhadap proses belajar-mengajar yang pemulihannya dinilai tidak secepat perkiraan.
Dalam kegiatan tersebut, Prof. Helmi bersama tim konsorsium perguruan tinggi menyalurkan bantuan pendidikan ke dua sekolah yang terdampak, yakni SMPN 1 Karang Baru dan SDN 1 Karang Bundar. Kedua sekolah disebut mengalami kerusakan akibat terjangan banjir.
Prof. Helmi mengatakan, selama ini perkembangan bencana lebih banyak dipantau melalui media. Namun saat berada di lokasi, ia mengaku terkejut melihat langsung kondisi yang dihadapi sekolah dan masyarakat. “Selama ini kami melihat dampak bencana melalui media, namun setelah turun langsung kami menyadari bahwa dampaknya sangat besar terhadap pendidikan dan aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan kerja sama UNJA dengan Universitas Samudra (UNSAM), dengan dukungan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) kedua universitas. Sinergi tersebut diarahkan untuk membantu pemulihan fasilitas belajar sekaligus memberi dukungan moral bagi siswa yang terdampak.
Bantuan yang disalurkan meliputi meja lipat dan alat tulis, tas dan seragam sekolah untuk mengganti perlengkapan yang hanyut atau rusak, serta Al-Qur’an untuk mendukung kegiatan spiritual siswa.
Kepala SMPN 1 Karang Baru, Edi Wahyudi, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa sebagian besar siswanya masih tinggal di hunian sementara. Ia menilai bantuan yang diberikan dapat membantu kebutuhan dasar sekolah sekaligus memulihkan semangat belajar siswa. “Bantuan peralatan dan seragam sekolah ini sangat membantu dan menambah semangat belajar anak-anak yang sempat goyah karena bencana,” katanya.
Selain bantuan fisik, muncul pula harapan agar mahasiswa dapat ikut terlibat membantu proses belajar di sekolah-sekolah terdampak, mengingat tenaga pendidik masih berada dalam tahap penyesuaian pascabencana.
Melalui kegiatan ini, pihak UNJA dan UNSAM menegaskan perhatian pada pemulihan pendidikan sebagai salah satu prioritas, agar anak-anak di Aceh Tamiang dapat kembali menjalani kegiatan belajar dengan lebih baik setelah bencana.

