Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc. menegaskan pentingnya kehadiran guru besar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) karena dinilai berperan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan kedokteran sekaligus kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Nurmandi menyampaikan bahwa capaian guru besar bukan semata prestasi personal dosen, melainkan pilar dalam memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi, terutama di bidang kesehatan yang berkaitan langsung dengan keselamatan serta kualitas hidup masyarakat.
“Perguruan tinggi yang kuat ditopang oleh kualitas dan jumlah guru besarnya. Dari sanalah lahir riset, inovasi, dan praktik pendidikan yang bermutu,” kata Nurmandi.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat UMY pada agenda Orasi Ilmiah Guru Besar FKIK UMY, Sabtu (24/1). Agenda itu sekaligus menandai pengukuhan Prof. Dr. dr. Ana Majdawati, M.Sc., Sp.Rad (K) TR sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Radiologi Subspesialis Radiologi Toraks.
Menurut Nurmandi, pengembangan guru besar di fakultas kedokteran memiliki tantangan tersendiri. Ia menilai dosen FKIK umumnya merupakan klinisi yang menempuh jalur pendidikan panjang, mulai dari pendidikan dokter, profesi, hingga spesialis dan subspesialis, sehingga pengembangan karier akademik kerap tertunda.
Ia menilai pengukuhan Prof. Ana Majdawati menjadi contoh bahwa dosen klinis tetap dapat berkontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus peningkatan mutu layanan kesehatan. Nurmandi juga memandang capaian tersebut sebagai bukti transformasi budaya akademik di FKIK UMY bergerak ke arah yang tepat.
Menanggapi orasi ilmiah yang disampaikan Ana, Nurmandi menilai substansinya mencerminkan peran guru besar dalam menjembatani dunia akademik dan praktik layanan kesehatan.
“Ilmu yang dikembangkan di kampus harus berujung pada perbaikan kualitas layanan dan keselamatan pasien. Inilah fungsi utama guru besar,” ujarnya.
Selain penguatan sumber daya dosen, UMY juga mendorong pengembangan FKIK melalui ekspansi pendidikan spesialis. Nurmandi menyebut UMY telah memperoleh izin pembukaan 10 program studi pendidikan dokter spesialis dan akan terus memperluasnya sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pendidikan kedokteran nasional.

