Ratusan Vendor Lokal di Dumai Disebut Tutup Usaha, Kebijakan Tender PT KPI Dinilai Kurang Beri Ruang

Ratusan Vendor Lokal di Dumai Disebut Tutup Usaha, Kebijakan Tender PT KPI Dinilai Kurang Beri Ruang

DUMAI — Sedikitnya ratusan vendor lokal di Dumai yang selama ini mendapat peluang bekerja di lingkungan PT Kilang Pertamina International (KPI) Dumai disebut terpaksa menutup usaha. Mereka dinilai tidak lagi mampu bersaing dalam sistem pengadaan yang dianggap tidak memberi ruang memadai bagi pengusaha menengah lokal.

Seorang pengusaha lokal yang meminta identitasnya tidak disebutkan mengatakan, mayoritas perusahaan yang terdampak berasal dari klasifikasi M (menengah) dengan modal terbatas. Namun, dalam tiga tahun terakhir, PT KPI Dumai disebut lebih banyak membuka tender untuk perusahaan klasifikasi B, yakni perusahaan dengan modal di atas Rp10 miliar.

“Tak ada lagi kesempatan bagi pengusaha atau vendor lokal menengah untuk mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Menurut dia, kondisi tersebut mulai terasa sejak era pandemi Covid-19. Sejak periode itu, proyek-proyek berklasifikasi menengah yang sebelumnya dapat diakses vendor lokal disebut digabung menjadi paket pekerjaan yang lebih besar, sehingga hanya bisa diikuti perusahaan bermodal besar. Ia menilai kebijakan lelang proyek yang diterapkan tidak mempertimbangkan keterlibatan pengusaha lokal.

“Sejak proyek-proyek menengah disatukan menjadi proyek besar, praktis kami tidak punya ruang bersaing lagi. Banyak vendor lokal akhirnya bangkrut,” katanya.

Dalam konteks pengadaan barang dan jasa, BUMN umumnya mengikuti ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, serta aturan internal perusahaan yang mengacu pada prinsip efisiensi, efektivitas, dan keterbukaan. Namun, ia menyebut vendor lokal kerap kesulitan memenuhi persyaratan administratif dan finansial, terutama terkait modal dan pengalaman kerja.

“Hanya satu atau dua vendor lokal saja yang punya kemampuan finansial dan bisa ikut tender. Sisanya hanya bisa gigit jari,” ujarnya.

Ia berharap manajemen PT KPI Dumai meninjau ulang kebijakan lelang tersebut dan kembali membuka ruang bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan usaha menengah, untuk berpartisipasi.

“Kami minta agar manajemen memberikan kuota atau segmentasi proyek khusus untuk vendor lokal. Agar ekonomi masyarakat juga hidup,” katanya.