Ratu Sofya Buka Suara soal Konflik Keluarga: Restu Hubungan hingga Isu Fitnah di Media Sosial

Ratu Sofya Buka Suara soal Konflik Keluarga: Restu Hubungan hingga Isu Fitnah di Media Sosial

Ratu Sofya menjadi sorotan setelah menyampaikan pernyataan terbuka dalam sebuah podcast bersama Grace Tahir. Di tengah kariernya di dunia hiburan, ia mengungkap konflik internal keluarga yang disebut telah berlangsung cukup lama, sekaligus memberikan perspektifnya mengenai akar persoalan yang terjadi.

Dalam perbincangan tersebut, Ratu memaparkan sejumlah hal yang menurutnya berperan besar dalam keretakan hubungan dengan keluarga, mulai dari persoalan asmara, tekanan di media sosial, hingga masalah komunikasi.

Hubungan asmara yang tidak mendapat restu

Ratu menyebut salah satu pemicu utama konflik adalah hubungan asmaranya dengan aktor Cornelio Sunny. Menurut pengakuannya, keluarga menentang hubungan tersebut karena perbedaan usia yang cukup jauh, sekitar 20 tahun. Ia mengaku kerap disudutkan dan didesak untuk mengakhiri hubungan itu, disertai tudingan yang dinilainya tidak berdasar dan menyakitkan.

Serangan di media sosial dan isu fitnah

Konflik yang awalnya bersifat privat, menurut Ratu, kemudian melebar ke ruang digital. Ia mengungkap kekecewaan atas beredarnya informasi pribadi atau doxing serta fitnah di media sosial. Berbagai isu negatif muncul, mulai dari tuduhan penculikan hingga rumor kehamilan yang disebutnya tidak benar. Ratu juga menyampaikan bahwa tekanan psikologis terasa semakin berat karena ia merasa serangan-serangan tersebut datang dari orang-orang terdekatnya.

Minim komunikasi dan ruang bicara

Selain persoalan asmara dan serangan di media sosial, Ratu menilai pangkal masalah juga dipengaruhi kegagalan komunikasi di dalam keluarga. Ia menekankan minimnya dialog yang konstruktif dan adanya keterbatasan ruang untuk berbicara sebagai salah satu faktor yang memperumit situasi.

Pengakuan Ratu Sofya ini menambah gambaran mengenai dinamika konflik keluarga yang ia hadapi, termasuk bagaimana persoalan personal dapat berimbas hingga ke ranah publik melalui media sosial.